Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA pendidikan di Karawang, Jawa Barat bak benang kusut. Selain infrastruktur, masalah yang tak kalah peliknya dan diakui Pemerintah Kabupaten Karawang ialah keberadaan guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang semakin langka.
Kondisi ini dikhawatirkan akan memengaruhi proses pendidikan di Karawang. Pemkab Karawang menyebut seluruh sekolah negeri di wilayah setempat mengalami kekurangan guru PNS.
"Bahkan ada sekolah dasar, hanya Kepala Sekolahnya saja yang berstatus PNS dan semua gurunya honorer," ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Asep Supriatna kepada Media Indonesia, Selasa (22/8).
Menurut Asep, hal itu disebabkan oleh jumlah guru PNS yang mengalami purnabakti setiap tahunnya tidak sebanding dengan jumlah penerimaan guru PNS yang diberikan oleh pemerintah pusat.
"Tahun ini saja (2017) sekitar 200 guru pensiun. Lalu tahun 2018, lebih dari 200 guru. Hingga tahun 2020 diperkirakan PNS yang akan pensiun sekitar 2.000 guru dan akan menghabiskan mereka yang diangkat sebagai PNS pada 1970-an," terang Asep.
Sampai saat ini pemerintah pusat belum kembali melakukan pengangkatan guru PNS untuk jalur umum, setelah sebelumnya pernah dilakukan pada 2014 silam.
"Tahun 2014 itu sekitar 500 guru yang diterima di jalur umum," katanya. Sedangkan untuk kategori 2 (K2), saat ini menyisakan sebanyak 1.691 guru honorer. "Saya belum jelas kalau untuk K2, seperti apa kelanjutannya," katanya.
Asep mengakui kekurangan guru PNS tersebut, begitu sangat memengaruhi dunia pendidikan di Kabupaten Karawang. Peningkatan kesejahteraan guru menurutnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan.
"Harapan kita adalah setiap guru negeri ini ya harus PNS. Tetapi fakta di lapangan berbeda," pungkas Asep.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved