Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Bali Dikhawatirkan Menjadi Daerah Produsen Narkoba

Arnoldus Dhae
21/8/2017 10:35
Bali Dikhawatirkan Menjadi Daerah Produsen Narkoba
(Ilustrasi)

BALI diprediksi tidak lama lagi akan menjadi daerah produsen narkoba jika pencegahaan dan peredaran barang haram tersebut diantisipasi mulai sekarang. Badan Nasional Narkoba (BNN) Provinsi Bali meminta seluruh masyarakat termasuk pemimpin agama Hindu agar terlibat langsung dalam pemberantasan narkoba.

Menurut Kapolda Bali, yang dikutip oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa bahwa Bali saat ini sudah menjadi pasar potensial narkoba dan tidak mustahil sebentar lagi bisa menjadi daerah produsen bila tidak ada upaya antisipasi.

Peredaran Narkoba di Bali cukup mengkhawatirkan. Bahkan, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyampaikan jika dari jumlah kasus narkoba di Bali baik pengedar, bandar, kurir dan terutama pengguna atau pecandu, lebih dari 60 persennya adalah warga asli Bali.

Sebagai destinasi wisata dunia, potensi penyalahgunaan narkoba di Bali sangat besar. "Sudah saatnya orang Bali harus memproteksi dirinya sendiri, lingkungannya, keluarganya dari bahaya narkoba. Minimal dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Untuk itu peran pemimpin agama Hindu sangat besar dalam hal ini," ujar Suastawa di Denpapsar, Senin (21/8).

Dia mengatakan bawa pemuka agama adalah orang-orang yang mempunyai peranan penting serta memiliki kedekatan dengan masyarakat, sehingga lebih mudah dalam memberikan informasi akan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Tokoh agama berperan yang sangat penting dalam masyarakat agama Hindu. Untuk itu Suastawa menyarankan agar setiap upacara keagamaan, pemangku agama diminta bantuannya untuk nganteb upakara (banten).

Selain berperan dalam memimpin upacara yadnya seorang pemangku juga berperan penting dalam memberi tuntunan kepada masyarakat dalam melaksanakan dharma agama dan dharma negara.

“Sebagai orang yang dijadikan panutan, para pemangku (pemimpin upacara) tentunya dapat menjadi media informasi mengenai bahaya narkoba, apakah itu melalui upacara agama, ceramah keagamaan, forum pertemuan serta berbagai aktifitas keagamaan lainnya," ujar Suastawa.

Dia menambahkan pemerintah dan aparat akan melakukan penegakan hukum serta rehabilitasi. "Soal pencegahan semua harus terlibat tanpa kecuali," ujarnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya