Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA gabah pada musim gadu di Kabupaten Subang, Jawa Barat mengalami kenaikan. Namun kenaikan harga tersebut tidak dinikmati para petani disebabkan banyaknya tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat serangan hama dan kurang berperannya bulog dalam pembelian gabah.
Dari pantauan Media Indonesia di Subang Jawa Barat, Harga gabah kering pungut berkisar antara Rp 5.200 hingga Rp 5.500/kg dari sebelumnya Rp 4.800/kg. Namun kenaikan harga gabah kering pungut tersebut tidak bisa dinikmati sebagian petani di sentra penghasil padi nasional tersebut.
Ketua Gapoktan Mitra Tani Desa Tambakjati, Kecamatan Patokbeusi, Manaf Hadi Permana, menyebutkan, sebagian petani sedang mengeluh . Sebab, hasil produksinya tidak maksimal. Biasanya, dalam 1 hertare lahan menghasilkan padi tujuh sampai sembilan ton. Kini, maksimalnya hanya dua ton.
"Harganya sedang bagus. Tapi, kami tetap tak bisa menikmati harga tersebut karena produksi justru sedang menurun." Kata Manaf, Selasa (15/8)
Menurut Manaf mahalnya harga gabah disebabkan stok petani mengalami penurunan. Bila hasil produksi di musim gadu ini maksimal, harganya tak akan setinggi sekarang. Namun, karena stok gabahnya sedikit, maka harga di pasaran melambung tinggi.
Bahkan, harga saat ini diprediksi akan terus naik. Karena, stoknya di petani terus berkurang. Meskipun harganya mahal, Namun petani belum menikmati 'manisnya' harga gabah.
Petani lainnya, Ahmad Zaelani (52), mengatakan, di Desa Tambakjati areal sawah yang terkena hama wereng serta virus kerdil rumput mencapai 50 hektare. Dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai rendah sampai tinggi. Adapun yang paling parah, hasil produksi yang bisa dipanen pada musim gadu pertama ini hanya mencapai dua ton.
Tak hanya itu, saat harga naik seperti ini, peran Bulog tak terlalu terasa manfaatnya untuk petani. Sebab, pembelian Bulog masih mengacu pada HPP. Yakni, Rp 3.700 per kilogram. Jelas, HPP Bulog ini jauh di bawah harga pasaran. Seharusnya, HPP itu sesuai dengan harga pasar. Dengan begitu, petani bisa menjual gabah ke Bulog.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved