Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Garam Impor Beredar, Harga di Tingkat Petani Langsung Anjlok

Nurul Hidayah
14/8/2017 20:16
Garam Impor Beredar, Harga di Tingkat Petani Langsung Anjlok
(ANTARA)

MASUKNYA garam impor membuat harga garam yang semula tinggi di tingkat petani kini kembali anjlok. Harga jual garam dari petani lokal mereka kini kurang diminati pembeli.

"Setelah impor masuk, harga garam turun drastis," kata Robedi, seorang petani garam di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Senin (14/8). Dijelaskan Robedi, saat awal panen di akhir Juli lalu, harga garam di tingkat petani sempat menyentuh di angka Rp 3.500 hingga Rp 4 ribu/kg.

Namun seiring dengan telah masuknya garam impor, harga garam di tingkat petani kini hanya dihargai Rp 1.700/kg. Ditambahkan Robedi, penurunan harga garam tersebut terjadi secara cepat. Bahkan terjadi setiap hari.

"Kemarin masih di harga Rp 2 ribu/kg, tapi hari ini sudah Rp 1.700/kg," kata Robedi. Bahkan tidak menutup kemungkinan esok harga garam di tingkat petani juga akan turun lagi di angka Rp 1.500/kg. "Penurunannya cepat sekali," kata Robedi.

Robedi menilai, turunnya harga garam dengan cepat ini dikarenakan telah masuknya garam impor. Padahal saat ini petani garam tengah memasuki panen raya. Bahkan tak hanya menurunkan harga, impor garam juga telah membuat berkurangnya jumlah pembeli.

Padahal saat awal panen, pembeli sampai berebut untuk mendapatkan garam petani. Karenanya Robedi berharap agar pemerintah bisa berpihak pada nasib petani garam yaitu dengan menghentikan impor garam. Selain itu, Robedi juga berharap pemerintah bisa meningkatkan harga dasar garam untuk mengantisipasi semakin anjloknya harga garam.

Sementara itu Ketua Asosiasi Petani Garam (Apgasi) Jawa Barat, M Taufik, membenarkan anjloknya harga garam pasca masuknya garam impor. Menurut Taufik, harga garam petani di Jawa Barat saat ini rata-rata hanya Rp 1.000 hingga Rp 1.200/kg, tergantung kualitas garammnya. "Harga garam ini memang turun drastis," kata Taufik.

Tidak hanya harganya yang turun, permintaan terhadap garam petani juga menurun drastis. Padahal stok garam petani semakin banyak seiring semakin meningkatnya jumlah lahan tambak garam yang panen. Karenanya Taufik berharap agar pemerintah menghentikan impor garam.

Pasalnya, stok garam di tingkat petani saat ini sudah banyak. "Saat ini sudah tidak lagi terjadi kelangkaan. Stok garam petani sudah banyak," kata Taufik. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya