Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
TERTANGKAPNYA anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Jainuddin,36, saat sedang pesta sabu bersama tiga rekannya pada Rabu (9/8) malam, kini telah mengundang krisis kepercayaan warga terhadap lembaga terhormat itu.
Banyak kalangan mendesak seluruh anggota wakil rakyat Aceh tersebut supaya di tes urine. Pemeriksaan air seni melalui laboratorium supaya terungkap kemungkinan ada wakil rakyat lainnya yang juga kecanduan narkoba.
"Tes urine anggota dewan perlu dilakukan supaya kita tahu moral mereka. Ke depan masyarakat sudah hati-hati memilih wakilnya. Kalau tidak para wakil rakyat itu selalu mengangap dirinya super dan seperti tidak tersentuh aturan," kata Haiqal, pemerhati masslah sosial di Aceh, Minggu (13/8).
Menanggapi desakan banyak kalangan, Ketua DPRA, Muharuddin, menyambut baik keinginan tes urine diberlakukan kepada semua anggota DPRA. Bahkan dia mengatakan pemeriksaan urine kalangan wakil rakyat perlu dilakukan segera. Hal itu perlu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada lembaga DPRA.
Politikus dari Partai Aceh (satu partai dengan Jainuddin) daerah pemilihan Aceh Utara itu, mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Provinsi Aceh, terkait upaya kerja sama tes urine.
Anggota DPRA lainnya, Ismaniar dari Fraksi PAN mengatakan pemerilsaan urine seluruh para wakil rakyat itu sangat perlu dilakukan. Apalagi dengan tertangkapnya seorang Jainuddin, telah memengaruhi kehormatan dewan.
Harapannya seluruh pengurus partai politik juga perlu dites urine. Apalagi mereka yang nantinya bakal menjadi calon anggota legislatif.
Informasi diperoleh Media Indonesia dari sebuah sumber, bahwa kemungkinan ada lagi anggota DPRA yang akrab mengkonsumsi narkotika. Hanya saja hal itu tidak terungkap karena belum pernah dites urine. Lebih parah lagi ditengarai ada anggota terhormat itu yang erat hubungan dengan jaringan gembong narkoba di Aceh.
Bahkan diduga tidak tertutup kemunggkinan ada diantara mereka yang ketika mencalonkan diri untuk naik menjadi anggota dewan dengan cara menggunakan uang atau mendapat donasi dari jaringan peredaran barang haram itu.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved