Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ribuan Ton Gula Tebu Menumpuk tak Laku, Petani Cirebon Frustasi

Nurul Hidayah
08/8/2017 15:58
Ribuan Ton Gula Tebu Menumpuk tak Laku, Petani Cirebon Frustasi
(Dok. MI)

RIBUAN ton gula petani tebu Cirebon menumpuk di gudang pabrik gula dan tidak laku terjual. Petani tebu pun semakin frustasi.

Rasa frustasi mereka diluapkan dengan cara menghambur-hamburkan 2 karung gula masing-masing dengan kapasitas 50 kg saat berunjuk rasa di Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon, Selasa (8/8).

Selain menghambur-hamburkan gula, mereka juga menunjukkan sejumlah foto bukti adanya timbunan gula rafinasi di gudang milik seorang pengusaha. Foto tersebut diambil dari salah satu gudang yang ada di kompleks pergudangan Jalan Benteng, Kota Cirebon.

Ketua DPD APTRI Jabar, Dudi Bahrudin, mengungkapkan sudah 3 bulan gula tebu petani tidak laku. "Lelang gula hanya dilakukan awal giling saja, yaitu awal Juni 2017 lalu," kata Dudi.

Setelah itu, tidak pernah ada lagi lelang, karena tidak ada lagi pedagang yang mau membeli. Akibatnya, gula petani pun menumpuk di pabrik gula. Bahkan jumlah gula tebu petani yang menumpuk menurut Dudi sudah mencapai 10 ribu ton di 3 gudang pabrik gula," kata Dudi.

Penyebab tidak lakunya gula-gula tebu petani menurut Dudi lantaran membanjirnya gula rafinasi ke pasaran. "Hasil investigasi tim DPD APTRI Jabar menemukan timbunan gula rafinasi di sejumlah gudang di Kota Cirebon tiga hari lalu," katanya.

Selanjutnya Dudi mendesak agar gula-gula yang dihasikkan petani tebu di Jawa Barat segera dibeli oleh pemerintah melalu Bulog. "Pemerintah harus membeli gula petani dengan harga Rp 11 ribu/kg," kata Dudi.

wakil ketua DPD APTRI Jawa Barat, Agus Safari juga mengungkapkan jika selama tiga bulan ini kondisi mereka sekarat. "Harta benda kami habis untuk membiayai hidup. Karena gula tidak laku terjual," kata Agus.

Mereka pun mendesak kepada pihak terkait, khususnya Satgas Ketahanan Pangan untuk mengecek supermarket terkait gula rafinasi yang diduga beredar di pasaran.

Kondisi saat ini menurut Agus secara perlahan tapi pasti akan membunuh dan mematikan petani tebu dan pabrik gula. Ini bisa diliat dari terus menyusutnya jumlah pabrik gula. "Dari sembilan pabrik gula yang dulu ada di Jabar, sekarang tersisa 4 saja," kata Dudi.

Selain itu, jumlah petani tebu di Jabar yang sebelumnya lebih dari 25 ribu orang, kini hanya tersisa 5 ribu saja.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Cirebon, Yati Rohyati, yang menemui pengunjuk rasa berdalih bahwa aspek pengawasan merupakan kewenangan dari Pemprov Jabar.

"Hari ini juga kami akan melayangkan surat kepada instansi terkait mengenai tuntutan mereka," kata Yati. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya