Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
LAHAN seluas ratusan hektar masih terbakar di Ogan Ilir, tepatnya di Kecamatan Pedamatan, Kecamatan Rambutan dan Kecamatan Pemulutan, Minggu (6/8). Kebakaran lahan itu sudah terjadi sejak Sabtu malam (5/8), namun luasnya area terbakar dan kendala akses menuju ke lokasi tersebut membuat tim pemadam gabungan yang sudah maksimal berupaya belum mampu menjinakkan kebakaran itu.
Parahnya, kebakaran lahan yang cukup luas itu hampir mengenai pemukiman warga. Ada sekitar tiga rumah yang berada dekat dengan lokasi lahan terbakar itu.
Mulyani, warga Kecamatan Rambutan mengaku, jarak antara lahan terbakar dengan rumahnya sangat dekat. Agar tak mendekati rumah, warga secara bersama-sama membuat pembatas api dan menyiram api di lahan sekitar rumah agar api itu tidak merambat. Sebagian warga juga turut membantu memadamkan api yang ada di sekitar pemukiman warga.
"Mungkin bisa dibilang jaraknya sekitar 500 meter lagi. Ditakutkan karena angin sangat kencang, bisa saja api cepat merambat dan membakar rumah kami," kata dia, Minggu (6/8).
Tidak hanya itu, Mulyani mencemaskan kondisi anak-anaknya yang masih kecil karena asap akibat kebakaran lahan itu sudah masuk ke rumahnya.
Karenanya ia bersama warga lain langsung memilih pergi dari rumah untuk berlindung di puskesmas terdekat sembari memeriksakan anaknya yang mulai sulit bernafas.
"Anak saya yang kecil sudah sesak nafas, karenanya semoga dengan dibawa ke puskesmas cepat mendapat perawatan," kata Mulyani.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP M Arif Rifai mengatakan api di lahan yang terbakar sudah hampir mengenai sejumlah rumah di Kecaman Pemulutan dan Rambutan. Untuk itu, petugas kepolisian sudah berupaya untuk melakukan evakuasi sejak Minggu pagi.
Diakuinya, kebakaran lahan di Ogan Ilir memang sudah kerap terjadi sekitar satu bulan lebih ini, namun kebakaran yang cukup parah adalah kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (5/8) kemarin ini.
"Ini yang cukup parah. Area terbakar cukup luas. Kita sudah lakukan evakuasi warga, bahkan dua balita sudah dibawa ke puskesmas karena asap sudah masuk rumah," kata dia.
Kebakaran lahan ini juga terjadi di sekitar jalan Palembang-Indralaya. Akibatnya, lalu lintas kendaraan padat merayap karena jarak pandang akibat asap terbatas.
"Sekarang masih upaya pemadaman lahan yang terbakar. Untuk proses hukum, masih kita dalami. Sejauh ini, sepanjang satu bulan terakhir sudah kita amankan dua orang pembakar lahan," ungkapnya.
Ia menyayangkan masih adanya petani yang membakar lahan sebagai cara yang ditempuh untuk membuka lahan.
"Padahal kita sudah mengupayakan sosialisasi dan berikan imbauan, tapi masih saja warga membakar lahan," kata dia.
Kepala Balai Perubahan Iklim dan Karhutla, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (Kementerian LHK) Wilayah Sumatra, Denny Martin mengatakan, berdasar pantauan di lapangan, penyebaran titik api memang cukup banyak. Karena itulah, petugas Manggala Agni yang diturunkan dilapangan cukup kewalahan.
"Ada 45 orang petugas Manggala Agni daops setempat. Karena titik api menyebar luas, kita turunkan Manggala Agni daops Lahat dan daops OKI, masing-masing 6 orang. Ini kita perbantukan untuk pemadaman kebakaran lahan di Ogan Ilir," kata dia.
Selain titik api yang menyebar di banyak lokasi, kendala yang dihadapi adalah area terbakar berada di atas gambut, sehingga sulit memadamkannya.
"Kita juga kesulitan dalam hal kesediaan air, titik area terbakar dan lokasi pengambilan air cukup jauh. Bahkan kita ambil air dengan selang yang cukup jauh dijangkau," jelasnya.
Menurut Denny pihaknya sudah maksimalkan upaya pemadaman, namun ini terjadi di lahan gambut.
"Kalaupun sudah dipadamkan saat ini maka esok bisa saja kembali muncul," jelasnya.
Untuk itu, pemda sebagai pemilik daerah harusnya maksimal melakukan upaya pencegahan sejak dini. Karena sudah terbakar seperti saat ini, maka upaya penanggulangan dari daerah terkait juga harus maksimal.
Sementara itu, Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam mengatakan, pihaknya sudah maksimal melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi dan pendekatan kepada warga agar tidak membakar lahan dan hutan.
"Indikasinya kebakaran lahan hari ini adalah dibakar. Karena banyak sekali titik-titik kebakaran lahan hari ini, padahal cuaca tidak begitu panas," beber dia.
Kebakaran lahan paling sering ditemukan di Arisan Jaya, Pemulutan dan Rambutan.
"Kita akan kumpulkan para petani dan warga untuk mencari tahu penyebab kebakaran lahan ini. Memang masih banyak petani yang tidak peduli dan masih membakar lahan untuk membuka lahan," beber dia.
Bahkan diakuinya ada dua warganya yang ditangkap karena ketahuan membakar lahan. Untuk upaya penanganan, pihaknya sudah menyiapkan posko kebakaran dan posko kesehatan di masing-masing kecamatan di Ogan Ilir.
"Kita sudah buka posko dan bentuk desa siaga api. Semua pihak sudah maksimal upaya padamkan api, semoga kebakaran hari ini cepat dipadamkan," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved