Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI Idul Adha tahun ini di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini tercatat ada 2.684 ekor sapi jantan yang sudah cukup umur untuk keperluan pelaksanaan Idul Adha.
Sebenarnya, kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, Nur Syamsu Hidayat, potensi sapi yang siap disembelih sebanyak 8.564 ekor. Namun dari jumlah itu, ujarnya, yang siap menjadi ternak kurban sebanyak 2.684 ekor.
"Populasi sapi di Kulonprogo sebanyak 50.367 ekor. Potensi yang dapat disembelih sebanyak 8.564 ekor, dan stok hewan yang siap disembelih sebanyak 2.684 ekor. Stok untuk kurban tahun ini sangat mencukupi," jelasnya di Kulonprogo, Jumat (4/8).
Nur Syamsu menjelaskan lagi, kebanyakan sapi asal Kabupaten Kulonprogo ini banyak diperdagangkan ke luar daerah khususnya di Jawa Tengah dan Jakarta. Pemkab Kulonprogo, ujarnya tidak bisa melarang perdagangan tersebut.
"Kami tidak bisa mencegah sapi milik masyarakat Kulonprogo dijual ke luar daerah. Biasanya petani melepas sapi mereka dengan harga jual sesuai harapan mereka, jadi kami tidak bisa melarang mereka," katanya.
Di sisi lain, Nur Syamsu menambahkan juga tidak dapat menolak ketika para pedagang di Kulonprogo mendatangkan ternak dari daerah lain.
Sementara mengenai harga, Nur Syamsu mengakui semua jenis hewan kurban, terutama sapi, mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Adha seperti sekarang ini. Namun dia menilai, tingkat kenaikan masih wajar karena hanya berkisar antara 10%-15%.
"Kenaikan harga sapi masih wajar. Biasanya, kenaikan paling tinggi mendekati hari pelaksanaan," katanya.
Salah satu pedagang sapi Sentolo Sugeng mengakui dirinya belum memiliki stok banyak sapi untuk kurban. Saat ini, peternak belum banyak yang menjual sapinya. "Biasanya, peternak menjual sapi mereka 10 hari menjelang kurban," ujarnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved