Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Setelah Mogok, Penggilingan Mulai Kirimkan Beras ke Jakarta

Nurul Hidayah
31/7/2017 16:45
Setelah Mogok, Penggilingan Mulai Kirimkan Beras ke Jakarta
(Pekerja merapikan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

SETELAH Sempat mogok, sejumlah penggilingan di Indramayu sejak Minggu (30/7) malam mulai mengirimkan beras ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta.

"Semalam sudah ada yang kirim ke Jakarta," kata Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Waryono, Senin (31/7).

Dijelaskan Waryono, semalam ada sebanyak 10 truk dengan kapasitas masing-masing 10 ton beras yang membawa beras ke pasar induk Cipinang, Jakarta. "Berarti ada sekitar 100 ton yang dikirimkan semalam," kata Waryono.

Namun harga beras di pasar induk tersebut berdasarkan pengakuan pemilik penggilingan belum stabil. "Mereka masih kecewa karena harga belum stabil," kata Waryono.

Ia tidak mengetahui secara persis tidak stabilnya karena apa, karena belum mendapatkan informasi detail dari penggilingan. Tapi yang pasti, lanjut Waryono, brosur yang berisi harga eceran tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp9.000/kg sudah tidak ada lagi. HET tersebut menurut Waryono sudah tidak berlaku lagi di pasar induk Cipinang.

Pemilik penggilingan di Indramayu, terutama di Kecamatan Kandanghaur, menurut Waryono, menyambut gemibra tidak berlakuknya lagi HET beras Rp9.000/kg. "Tapi karena harganya yang belum stabil, baru Rabu (2/8) mendatang mereka mengirimkan lagi beras ke Cipinang," kata Waryono.

Sedikitnya ada 40 penggilingan beras di Kecamatan Kandanghaur. Secara rutin, ada lebih dari 100 truk yang dikirimkan setiap harinya ke pasar induk Cipinang, Jakarta. Masing-masing truk dengan kapasitas 10 ton beras.

Namun pekan lalu, tidak ada satu pun penggilingan yang mengirimkan beras ke Cipinang karena adanya HET beras sebesar Rp9.000/kg termasuk untuk beras super.

Padahal, lanjut Waryono, saat ini harga gabah panen gadu (kemarau) tinggi. "Karena kualitasnya yang juga bagus. Rendah kadar air," kata Waryono.

Harga gabah saat ini dihargai hingga Rp 450 ribu/kwintal, jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah untuk GKP yang hanya Rp 3.700/kg. Karena harga gabah yang tinggi, dengan HET beras yang hanya Rp9.000/kg membuat pemilik penggilingan merugi. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya