Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
DIRASAKAN mengurangi penghasilan, ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Karawang (PPAK) mendatangi kantor Bupati Karawang memprotes Pemerintah Kabupaten dan Kepolisian menindak tegas pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.
"Saat ini banyak pelajar yang masih menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. Saya minta bukan hanya imbauan dalam hal ini Disdikpora (Dinas Pendidikan) dan pihak polres untuk menindak tegas," ungkap Ketua PPAK Endang Sahroni kepada wartawan, Senin (31/7).
Endang berharap dengan ditindak tegas dan melarang para pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah akan menambah penghasilan sopir angkot konvensional yang saat ini semakin terjepit kondisi ekonominya karena semakin populernya angkutan berbasis online.
Dalam aksi mogok operasi kali ini, PPAK mengajak 700 sopir angkot untuk menggelar unjuk rasa dari seluruh trayek di Kabupaten Karawang. "Ada sekitar 700 sopir yang ikut aksi kali ini. Kalau total seluruh nya sekitar 1.300 sopir. Bukan hanya angkutan umum kota saja, melainkan seluruh trayek di Karawang," katanya.
Endang juga menyampaikan tuntutan para sopir ini diantaranya adalah dihentikannya moda transportasi online, angkutan karyawan di dalam kota dan angkutan mobil ilegal yang dinilai banyak menyerobot penumpang angkutan kota.
"Karena keberadaan mereka, kondisi penghasilan kami yang sudah pas-pasan kini terus menurun. Apalagi mereka angkutan online, sudah sangat merugikan. Ditambah angkutan karyawan yang masuk wilayah perkotaan sudah tidak sesuai aturan. Lalu ada angkutan odong-odong atau yang mobilnya saja sudah ilegal. Perlu pemerintah hentikan," terang dia.
Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh seluruh pihak terkait, seluruh sopir angkot dan kendaraan angkutan umum konvensional akan mengelar aksi lanjutan yang lebih besar dan melakukan sweeping.
Salah satu peserta aksi, Harun,38, mengatakan akibat beroperasi moda transportasi online, angkutan karyawan di dalam kota dan angkutan mobil umum ilegal menyebabkan penghasilan mereka menurun hingga 50 persen.
"Saya kalau bayar setoran mobil Rp 150 ribu perhari dan punya penghasilan Rp 70 ribu. Tetapi sekarang setelah ada kendaraan online, angkutan ilegal seperti odong-odong. Paling cuma dapat Rp40 ribu," katanya.
Dia berharap pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan para sopir angkot yang saat ini sudah mulai tergerus penghasilan.
"Kita ini cuma sopir yang mengandalkan rezeki dari penumpang. Kalau penumpang nggak ada, kami punya penghasilan dari mana," pungkasnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved