Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ada 18 Kecamatan di Gunungkidul Krisis Air Bersih

Agus Utantoro
31/7/2017 11:06
Ada 18 Kecamatan di Gunungkidul Krisis Air Bersih
(Warga mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari dari penampungan. -- ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan hingga hari ini sudah ada 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang mengalami krisis air bersih.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta, Krido Suprayitno, Senin (31/7) mengatakan kecamatan yang mengalami kekeringan cukup parah di Gunungkidul itu antara lain Kecamatan Rongkop, Kecamatan Paliyan, Kecamatan Panggang, Kecamatan Girisubo dan Kecamatan Panggang serta Kecamatan Semin.

"Keseluruhannya ada sekitar 45 ribu jiwa. Mereka ini menyebar di 80 desa di 18 kecamatan tersebut," katanya. Ia menambahkan mereka ini memerlukan bantuan secara cepat.

Krido membandingkan dengan tahun lalu, kawasan dan orang yang terdampak musim kemarau ini lebih tinggi sekitar lima persen. Menurut dia, kondisi ini bisa jadi akan mengulang kejadian periode 2004/2005 yang saat itu kawasan Gunungkidul mengalami kemarau yang berkepanjangan.

Kondisi kekeringan yang selalu melanda kawasan Gunungkidul ini, jelas Krido, tidak lepas dari kondisi geografis di wilayah itu yang berada di pegunungan karst sehingga tidak mampu menampung air hujan secara maksimal.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul Budhi Harjo membenarkan jumlah warga yang terdampak kemarau kali ini cukup tinggi. "Kami sudah mulai melakukan droping air bersih ke 32 desa di tujuh kecamatan yang sudah mengajukan permintaan air bersih."

Budhi Harjo menambahkan, ada 45.350 warga yang perlu mendapatkan air bersih dari BPBD. Mereka ini, ujarnya tinggal di 254 dusun. Pemkab Gunungkidul saat ini hanya memiliki tujuh mobil tanki pengangkut air bersih yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter. "Untuk mengatasi kekeringan itu, kami memiliki anggaran di APBD sebesar Rp600 juta, khusus untuk droping," katanya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya