Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Status Bandara Internasional Hanandjoeddin Belitung Terancam Dicabut

Rendy Ferdiansyah
31/7/2017 09:55
Status Bandara Internasional Hanandjoeddin Belitung Terancam Dicabut
(Sejumlah warga melintas usai turun dari pesawat yang mengangkut mereka di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung (Babel), Rabu (20/7). -- ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

STATUS sebagai bandara internasional yang disandang Bandara Hanandjoeddin Belitung terancam dicabut. Pasalnya paska ditetapkan sebagai bandara internasional pada 22 Desember 2016 lalu, hingga saat ini belum ada penerbangan internasional menuju Negeri Laskar Pelangi itu.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan dalam pertemuannya dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi beberapa waktu lalu diminta untuk segera menjalankan penerbangan internasional.

"Pak menteri bukannya mengancam, tapi memang ada laporan atau berita status bandara internasional Hanandjoeddin itu mau dialihkan ke Lampung, karena lampung sudah banyak turisnya," kata Erzaldi beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Erzaldi meminta waktu, agar dapat menarik airlines melakukan penerbangan internasional dalam waktu dekat ini. Menurut dia ada beberapa provinsi yang juga mengajukan agar bandaranya berstatus internasional seperti Jambi, Riau, Lampung, dan Bengkulu.

"Kalau misalnya kita tidak segera dapat menarik airlines, nanti statusnya lari ke sana. Saya minta maaf sama Pak Menteri karena baru dua bulan menjabat, keputusan bandara internasional sebelum saya gubernur," ujarnya.

Mantan Bupati Bangka Tengah itu mengatakan dirinya saat ini sedang mengusahakan untuk menarik airlines dengan charter flight dari China.

"Saya baru melakukan beberapa usaha untuk menarik airlines charter flight dari China, tapi kan dari airlinesnya bisnis, kalau rugi mereka enggak mau. Ada juga menawarkan charter pesawat dengan subisidi ditanggung provinsi dan kabupaten, tapi kalau ini agak lah, berat karena kita juga sedang butuh duit," ulas dia.

Erzaldi pada kesempatan itu meminta agar Bupati Belitung, pengusaha di Belitung, dan masyarakat lebih proaktif lagi untuk mempertahankan status bandara internasional, dengan mendorong agar segera ada penerbangan internasional.

"Pak menteri bilang, kalau sampai dalam batas waktu tertentu, tapi dia enggak kasih tahu batas waktunya. Saya mohonlah semangat khsusus pejabat beserta masyarakat," pinta Erzaldi.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya