Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan meninggalkan Gubernur petahana Lampung Ridho Ficardo dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018.
PKS memastikan memperkuat dukungan terhadap kandidat gubernur yang diusung Partai NasDem, Mustafa.
Hal itu mengacu SK Rekomendasi Nomor 22/SKEP/DPP-PKS/1438 tertanggal 16 Juni 2017 yang ditandatangani Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal.
"Hari ini kami umumkan bahwa PKS mendukung Mustafa sebagai calon Gubernur Lampung," kata Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, kemarin.
Untuk posisi calon wakil gubernur, Mufti mengaku belum memustuskan karena akan dibahas terlebih dulu bersama Mustafa dan partai koalisi lainnya.
"Wakil belum ditentukan. Masih ada waktu untuk kami melakukan komunikasi politik dengan berbagai pihak," ujarnya.
Pada Minggu (30/4), Partai NasDem mendeklarasikan dukungan kepada Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai calon gubernur pada 2018.
Mufti menegaskan keputusan itu merupakan hasil musyawarah Dewan Majelis Syuro PKS sehingga tidak ada alasan untuk menolak.
Seluruh kader, lanjut dia, harus menerima dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut.
"Kami sudah usulkan tiga nama, Mustafa, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, dan Ridho. Namanya sudah kami setor semua ke DPP. Ketiganya juga telah komunikasi langsung dengan Dewan Majelis Syuro. Domain keputusan ada di pusat," ujar Mufti.
Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelumnya, PKS mengusung Ridho dalam pemilihan gubernur dan Herman HN dalam pemilihan wali kota.
Dia memastikan PKS tetap mendukung pemerintahan provinsi dan kota yang berjalan saat ini.
"Kami tidak ada masalah dengan siapa pun yang diusung, Pak Ridho dan Pak Herman juga kepala daerah dari PKS. Kami minta fraksi tetap menyukseskan program keduanya," ujarnya.
Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Sumatra bagian selatan (Sumbagsel) Gufron Aziz Fuadi mengatakan, meskipun dalam pilpres PKS dan Gerindra berkoalisi, tidak berarti itu berlaku di daerah.
"Koalisi di daerah, sudah domain daerah. Ada yang dengan Gerindra, ada yang tidak. Kami tidak menutup koalisi dengan siapa pun karena membangun Lampung butuh dukungan sebanyak mungkin," ujar Gufron.
Gantikan ayah
Baru dua bulan dilantik sebagai Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyatakan kesiapan untuk menggantikan posisi gubernur yang ditempati ayahnya, Cornelis.
"Saya siap maju sebagai calon Gubernur 2018. Karena ketika bapak saya menjadi gubernur, kita sudah berpikir bagaimana setelah Gubernur Kalbar Cornelis," kata Karolin.
Apalagi, lanjut dia, berdasarkan hasil survei, dirinya masih mengungguli indikator popularitas dan pengalaman.
"Berdasarkan hasil survei, posisi yang kuat itu saya yang kenal, saya lebih banyak jika dibandingkan dengan tokoh yang lain," kata dia.
Dia masih menunggu keputusan dari DPP PDIP dalam pilgub Kalbar.
"Persoalannya tinggal PDIP mau mendukung siapa. Saya adalah Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Kalbar," kata dia.
Karolin dan Herculanus Heriadi, pada Senin (22/5), resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Landak oleh Gubernur Kalbar yang juga ayah Karolin, Cornelis. (AD/Ant/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved