Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Khofifah Tunggu Lampu Hijau dari Presiden

AB/Ant/N-1
24/7/2017 09:23
Khofifah Tunggu Lampu Hijau dari Presiden
(Ketua Umum Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa menghadiri Harlah Ke-71 Muslimat NU di GOR Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (22/7). -- MI/Abdus Syukur)

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo sebelum memutuskan terjun dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018.

“Untuk mengambil keputusan harus ada green light (lampu hijau) dari Presiden. Kalau ada dan lalu diputuskan saya ke Jatim, baru harus mundur (sebagai menteri),” terang Khofifah di Kota Pasuruan, Jatim, akhir pekan silam.

Karena itu, Khofifah memastikan belum ada mengajukan surat pengunduran diri dari anggota kabinet. “Saya juga kaget saat membaca berita itu. Itu tidak benar sampai tiba saatnya,” terang Khofifah.

Karena itu, bagi dia, mundur dari jabatan menteri di tengah jalan merupakan tindakan tidak bertanggung jawab dalam menjalankan amanah. “Berita itu tidak hanya tidak clear, tetapi juga tidak benar. Bukan begitu posisinya. Kalau mundur di tengah jalan, namanya tidak bertanggung jawab,” tambah Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Dia mengaku masih memantau dinamika Pilgub Jatim. “Dibilang siap, saya siap. Jadi, kalau dikatakan saya siap turun ke Jatim, otomatis partainya juga sudah siap. Posisi sekarang ini masih perlu adanya kesamaan frekuensi,” terangnya.

Sekretaris DPW Partai NasDem Jatim Aminurrokhman enggan mengomentari kans Khofifah. “Keputusan calon yang diusung di Jatim akan ditentukan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Namun, Ibu Khofifah juga menunggu persetujuan Presiden,” tandas Aminurrokhman.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto memastikan akan mengusung sosok dari kalangan NU dalam Pilgub Jatim.

“Dasar dari Partai Golkar ialah survei, tapi yang kita inginkan Partai Golkar di Jatim untuk selalu bersama-sama NU. Itulah yang kami harapkan yang dipilih ialah dari warga NU,” kata Novanto.

Selain Khofifah, nama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf juga mengemuka dalam pilgub. Kiai sepuh NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah sepakat untuk mengusung Saifullah.

Novanto berharap NU tidak sampai terpecah dalam pilgub Jatim. “Jangan sampai terpecah, kita lihat survei yang terbaik siapa, itu nanti yang dipilih,” ucapnya.

Novanto menyadari, Khofifah berada di posisi yang bagus dalam survei. Namun, dia belum bisa memastikan keseriusan Khofifah untuk mengikuti kontestasi pilgub.

Sementara itu, mantan ‘pengawal’ Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kombes Syafi’in, mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Jatim melalui Partai Demokrat.

“Saya mendampingi Pak SBY saat beliau menjadi Presiden selama 10 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah nama yang mengambil formulir di Partai Demokrat ialah Saifullah Yusuf, Nurhayati Assegaf, Nurwiyatno, dan La Nyalla Mattalitti. (AB/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya