Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA rektor, guru besar, dan dosen di semua perguruan tinggi di Indonesia sejatinya tidak mengabaikan karakter bangsa dalam menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat.
Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara utama dalam Kongres IX Pancasila di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin.
"Saya minta mereka membekali anak bangsa dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan penguatan karakter, anak bangsa tidak akan tergerus oleh pengaruh konten di smartphone," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, perubahan dunia yang cepat itu akan mengubah lanskap global, nasional, dan daerah. "Nanti Generasi Y yang akan memengaruhi dunia.
Interaksi manusia di masa mendatang sangat banyak menggunakan internet, seperti menonton film, membaca berita, dan berjejaring sosial. Untuk itu, kita harus berani bersuara lantang. Saya Indonesia, saya Pancasilais. Saya anak muda, saya Pancasilais. Saya mahasiswa, saya Pancasilais.
"Jokowi pun bercerita setiap bertemu kepala negara asing dirinya selalu menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 17 ribu pulau, 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa lokal.
Para kepala negara asing, lanjut Presiden, bertanya manajemen apa yang dite rapkan agar semua suku bersatu? Jokowi menjawab, dirinya tidak tahu seluruh bahasa daerah. Untuk berkomunikasi, dia menggunakan bahasa Indonesia.
"Indonesia bisa rukun dan bersatu karena memiliki Pancasila. Kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui konflik dan perang saudara. Indonesia harus menjadi negara damai, adil, dan makmur di tengah kemajemukan dunia," ujar Jokowi.
Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, sejak 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila, belum semua anak bangsa memahami Pancasila. Oleh karena itu, UGM komit mengajak seluruh elemen bangsa memahami dan menghayati nilai Pancasila. "Tidak mudah menjaga Pancasila di tengah tantangan global saat ini. Nur/AT/AU/X-3
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved