Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

KTP Warga Diantar Langsung ke Rumah

20/7/2017 09:34
KTP Warga Diantar Langsung ke Rumah
(MI/DWI APRIANI)

PEMERINTAH Kota Palembang melakukan terobosan anyar dalam peningkatan pelayanan publik di bidang kependudukan.

Distribusi KTP elektronik (KTP-E) dilakukan aparat langsung ke alamat masing-masing pemilik.

Biasanya, KTP-E yang sudah selesai dicetak akan diserahkan kepada pemiliknya di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), atau di kecamatan.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengaku terobosan itu bukan hanya sebuah ide atau wacana, melainkan juga akan diterapkan dalam waktu dekat.

"Ini adalah pemikiran yang bagus dan harus diterapkan segera. Saya maunya seperti itu. Setelah KTP-E jadi (selesai cetak) langsung dikirim ke alamat pemiliknya," kata Fitrianti di Palembang, kemarin.

Dengan begitu, masyarakat akan merasakan pelayanan aparat yang sebenarnya. Fitrianti mengakui bakal melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan akan membentuk tim sehingga pelayanannya akan dapat dilakukan seperti yang diharapkan.

Alokasi anggaran untuk itu akan dibebankan penuh kepada pemerintah kota.

Kepala Disdukcapil Sumsel Septiana Zuraidah menuturkan pelayanan kependudukan di Sumsel sudah cukup baik.

Distribusi yang dilakukan Disdukcapil Kota Palembang sudah sesuai standar operasional prosedur meski memang ada beberapa pembenahan terkait dengan unit pelayanan yang dimiliki kantor tersebut.

Sementara itu, Pemprov Jabar segera membangun sistem yang akan mengintegrasikan pendapatan dan belanja dalam satu aplikasi dan bisa diakses secara real time.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan integrasi sistem pendapatan dan belanja itu merupakan inovasi di era sistem informasi.

Selama ini di bidang pendapatan pelaporan hanya terkait dengan pemasukan dari pajak kendaraan bermotor maupun BBNKB.

"Nanti seluruh pendapatan akan diintegrasikan dalam satu aplikasi. Ini langkah pertama," katanya di Gedung Sate, Bandung.

Kedua pihak akan mengintegrasikan anggaran dan realisasi belanja sehingga mereka bisa mengetahui berapa jumlah belanja dan sisa anggaran setiap saat.

Setelah kedua sektor itu terintegrasi, Iwa memastikan pada 2018 keduanya akan digabung dalam satu sistem aplikasi. (DW/EM/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya