Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
NASIONALISME masyarakat dinilai sudah semakin memudar. Salah satu indikasinya, identitas dan kultur warisan nenek moyang yang semakin tidak terlihat di tengah-tengah warga.
Autokritik itu diungkapkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Bandung, kemarin. "Masyarakat sudah semakin meninggalkan nilai-nilai kedaerahan. Warga Jawa Barat, yang beretnik Sunda, misalnya, sudah tidak lagi mengedepankan kultur kesundaan dalam kehidupan sehari-hari," paparnya. Dia yakin identitas kesundaan dan kedaerahan merupakan roh Pancasila. Di sisi lain, serangan ideologi dari luar semakin deras, seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang makin maju.
Lunturnya identitas kedaerahan, ujar Ketua Partai Golkar Jawa Barat itu, terlihat dari jalannya pembangunan yang justru mengakibatkan kerusakan lingkungan. Itu terjadi karena pembangunan dilakukan tidak sesuai dengan nilai-nilai lingkungan.
"Nilai-nilai kedaerahan sangat menjunjung tinggi lingkungan. Akibat ditinggalkannya nilai-nilai kedaerahan ini, bangsa lain menganggap Indonesia sebagai bangsa yang tidak memiliki identitas," tandasnya.
Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengakui identitas kedaerahan semakin luntur dan ditinggalkan masyarakat. "Ini jadi pekerjaan rumah bersama."
Di Lamongan, Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal Kustanto Widiatmoko menyatakan pemberdayaan masyarakat bisa menjadi kunci untuk mencegah berkembangnya radikalisme di masyarakat. Radikalisme bisa ditekan jika TNI, Polri, dan pemerintah secara efektif memberdayakan masyarakat untuk menjaga lingkungan sendiri.
"Masyarakatlah yang paling mengenal lingkungan mereka. Kebiasaan lama seperti melaporkan tamu di lingkungannya perlu disupervisi agar bisa berjalan lagi sehingga bisa tercipta kondisi aman, damai, dan sejahtera," tambahnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Jawa Barat, Wahyudijaya yakin ketahanan ekonomi bisa mencegah terorisme dan radikalisme. Karena itu, Pemkab Garut menggelar pelatih-an untuk mengembangkan perekonomian warga sekaligus menanamkan pemahaman soal kebangsaan. "Ekonomi kuat, keluarga kuat, dan masyarakat juga kuat," tandasnya.
Soal pemblokiran Telegram, pakar forensik digital Universitas Islam Indonesia Yudi Prayudi menyatakan kebijakan itu sama dengan memotong dahan sekaligus. "Tidak hanya daun yang tidak bermanfaat. Daun hijau yang bermanfaat juga ikut hilang. BY/YK/AD/AU/N-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved