Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
"SAYA menggunakan sabu karena ingin mencoba. Ini pertama kalinya," pengakuan itu dilontarkan Firman Afandy, 36.
Dia bukan anak muda biasa. Firman tercatat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Lampung.
Awal pekan ini, ia ditangkap anggota Satuan Narkoba Polresta Bandar Lampung, di rumahnya di Jalan Woltermonginsidi, Kelurahan Kupang, Telukbetung Utara. Polisi juga menyita sabu, alat isap, dan alat timbang.
Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono dan Kasat Narkoba Komisaris Indra Herlianto menduga Firman juga sebagai pengedar. Indikasinya, ada timbangan digital di dekat sabu dan alat isap yang ditemukan polisi.
"Kami menindaklanjuti informasi dari masyarakat yang menyatakan ada sebuah rumah di Jalan Wolter Monginsidi yang sering digunakan sebagai tempat transaksi sabu," tambah Murbani. Saat ditemui terpisah, Humas Pengadilan Tinggi Lampung Yesayas Tarigan mengatakan, jika terbukti, Firman akan diproses Mahkamah Kehormatan Hakim. "Hakim yang tersangkut pidana tidak bisa bersidang. Soal sanksi, dipecat atau ada sanksi lain, akan diputuskan Mahkamah."
Tujuh polisi
Firman bukan satu-satunya aparatur negara yang mengonsumsi narkoba. Kemarin, tujuh anggota Polres Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, tidak lulus tes urine. Tes yang dilakukan mendadak itu menyasar 50 anggota polres dan polsek di wilayah tersebut.
Kepala Polres Musi Banyuasin Ajun Komisaris Besar Rahmat Hakim memastikan, jika ketujuh anggotanya itu terbukti mengonsumsi narkoba, sanksi berat sudah menanti. "Tidak ada toleransi. Mereka akan diproses hukum, bahkan bisa dilakukan pemecatan.
" Guna menekan angka penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merangkul Satpol PP untuk menggelar tes urine bagi aparatur sipil negara. "Tes akan dilakukan secara mendadak. Jika ada yang tidak lulus, dan mereka merupakan pemakai, kami akan mengupayakan rehabilitasi untuk mereka," kata Kepala BNNK Ciamis AKB Yaya Setya Negara.
Dari sejumlah daerah, kemarin, dilaporkan, polisi dan BNN berhasil menangkap beberapa pengedar sabu. Di Pontianak, BNN Kalimantan Barat terpaksa menembak IW, pemilik 5 kilogram sabu.
"Dia ditangkap saat bertransaksi di depan Masjid Nursalim. Saat ditangkap IW melawan sehingga anggota terpaksa menembak di kakinya," kata Kepala BNN Kalbar Brigjen Nasrullah.
Penangkapan juga dilakukan Polsek Medan Labuhan, Medan, Sumatra Utara. MMD, 36, warga Malaysia, dan ZF, warga Aceh Utara, ditangkap saat membawa 1 kilogram sabu.
"Mereka membawa sabu dari Malaysia untuk diedarkan di Medan. Keduanya mengaku sudah berkali-kali melakukan aksi serupa," ungkap Kapolres Pelabuhan Belawan AKB Yemi Mandagi.
Dua pengedar perempuan yang masih bersaudara, DR, 40, dan LN, 46, diringkus BNN Jambi saat berusaha menyelundupkan 1 kilogram sabu melalui Bandara Sultan Thaha Jambi. "Keduanya ibu rumah tangga, ditangkap sesaat setelah pesawat yang membawa mereka dari Batam turun di Jambi. Mereka merupakan kurir yang memindahkan sabu untuk diedarkan di Jambi," papar Kepala BNN Jambi Brigjen M Toha Suharto.
Pengungkapan jaringan narkoba juga dilakukan Direktorat Narkoba Polda Sumatra Barat. Sebanyak tujuh warga yang diduga menjadi pengedar sabu ditangkap.
"Pemeriksaan terhadap mereka masih terus didalami untuk mengungkap jaringan yang lebih besar," kata Direktur Narkoba Kombes Kumbul. (DW/AD/AR/PS/SL/YH/CS/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved