Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau tidak akan berpengaruh di Jawa Timur. Kepastian itu diungkapkan Kabag Humas Perum Jasa Tirta 1 Inni Dian Rohani, kemarin.
"Ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan irigasi, perikanan, PLTA, dan industri di Jawa Timur dalam kondisi aman di musim kemarau ini. Karena itu, kami belum merencanakan untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan di sekitar Sungai Brantas," paparnya di Malang, Jawa Timur, kemarin. Dia memastikan kondisi waduk secara umum masih berada di atas pola.
Data teknis elevasi atau ketinggian permukaan air waduk menunjukkan ketersediaan air baku cukup melimpah. Elevasi di Waduk Sutami, misalnya, masih di atas pola. "Demikian juga Waduk Selorejo, Waduk Bening, Waduk Wonorejo, dan Waduk Wonogiri," jelasnya.
Kemarau juga tidak membuat kecut hati para petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pasokan air untuk kebutuhan lahan pertanian, seperti diungkapkan Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Surade, Sahlan, masih relatif aman.
"Alhamdulillah, sampai sekarang pasokan air masih cukup lancar. Belum ada laporan kekurangan air. Masih aman-aman saja," terangnya.
Rata-rata lahan pertanian di sebagian wilayah selatan Sukabumi merupakan sawah tadah hujan. Pada wilayah yang masih memiliki sumber air, mereka memanfaatkan lahan yang tidak ditanami padi dengan tanamam semangka, melon, dan palawija.
Kondisi berbeda dirasakan petani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Banyak petani tadah hujan mulai mengeluh karena air irigasi sulit diperoleh.
"Di sawah, banyak petani mulai membuat sumur pantek. Namun, air tidak memadai untuk luas lahan yang tengah ditanami padi," kata Wiryo, petani di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu.
Di Kabupaten Brebes, pe-tani bawang merah juga mulai menderita karena kekurangan air. Untuk menyiram tanaman, mereka terpaksa menyedot air dari sungai. "Sudah setengah bulan, kami terdampak kekering-an. Terpaksa kami mengerahkan mesin sedot air dan menggunakan air sungai meski berwarna kehitaman, untuk menyiram tanaman," kata Sardi, petani di Desa Limbangan, Kecamatan Brebes.
Saat kemarau datang, angin kencang juga melanda sejumlah wilayah di Cirebon, Jawa Barat, dan sekitarnya. Praki-rawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Jatiwangi Ahmad Faa Iziyn menyatakan kondisi itu bisa menguntungkan petani mangga, tapi merugikan nelayan dengan perahu kecil. "Hingga tiga hari ke depan angin kencang bersifat ke-ring melanda Cirebon dan sekitarnya," jelasnya.
BN/BB/WJ/JI/UL/N-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved