Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Nekat Arungi Lautan Dengan Sampan, Mau Terkatung-Katung di Laut

Alexander P Taum
14/7/2017 14:25
Nekat Arungi Lautan Dengan Sampan, Mau Terkatung-Katung di Laut
(Nataniel Mau (kanan), warga Desa Pura Melang Wala, Kecamatan Alor Barat Laut---MI/Alexander P Taum)

NENEK moyangku orang pelaut. Pepatah ini hendak dibuktikan Nataniel Mau, 51, yang nekat mengarungi lautan luas hanya bermodalkan sampan dayung dibantu layar kecil.

Namun sebelum mimpinya kesampaian, gelombang besar lebuh dahulu mengempasnya hingga seorang diri terdampar ke wilayah Desa Lamalera selama tiga hari.

Beruntung, nasib baik masih menyelimuti warga Desa Pura Melang Wala, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, NTT itu. Ia akhirnya diselamatkan warga Desa Lamalera.

Setelah difasilitasi perangkat Kecamatan Wulandoni dan Kabupaten Lembata, Mau akhirnya dipulangkan dengan menggunakan KMP Ferry Larantuka tujuan Alor.

Nataniel Mau, saat ditemui Media Indonesia, Jumat (14/7) berkisah, ia keluar dari Desanya Pura Melang Wala pada hari Senin (10/7) lalu, dengan menggunakan sampan dilengkapi layar berwarnah biru menuju Kupang.

Namun setibanya di Laut Sawu, Senin Petang, ia disambut hujan, angin kencang dan gelombang besar. "Saya kasih turun layar lalu duduk diam di dalam sampan, sambil keluarkan air laut dari sampan dengan ember kecil. Gelombang besar terjadi sejak Senin sampai Kamis malam," kisahnya.

"Saya pun terobang ambing di laut selama tiga hari, tiga malam. Akhirnya saya lihat ada daratan, dan gelombang mulai redah, saya langsung naikan layar sambil bantu dayung, Akhirnya sampai juga di Lamalera," ujar Mau, lega.

Nelayan nekat itu sedianya pergi ke Kupang untuk menagih utang pada perusahaan ikan yang telah membeli ikan tetapi sampai saat ini belum dibayar. Ayah belasan anak itu nekat berlayar ke Kupang dengan sampan dayung karena sudah terbiasa.

"Saya mau tagih utang di perusahaan ikan jumlahnya cukup banyak. Saya sudah biasa pake sampan untuk sampai di Kupang. Kalau cuaca baik biasanya saya start pagi, sampai di Kupang sore menjelang malam. Tetapi kali ini hujan, angin gelombang terlalu kencang," ujar Mau.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Wukandoni, Piter Ruing mengatakan, menghadapi musibah kemanusiaan ini, pemerintah kecamatan berinisiatif memberikan bantuan sampai memulangkan nelayan nahas itu ke kampung halamannya.

"Saya koordinasikan dengan Dinas Sosial dan BPBD setempat untuk memulangkan nelayan ini selamat sampai ke tujuan. Rencanannya, sampan serta barang bawaannya dimuat di KMP Ferry Larantuka tujuan Alor nanti malam," ujar Ruing. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya