Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pemuda Lembata Anak Pancasila

13/7/2017 09:46
Pemuda Lembata Anak Pancasila
(ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)

RATUSAN anak muda dari 42 desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), memadati Pantai Bean di Kecamatan Buyasuri, untuk mengikuti upacara apel bendera dan deklarasi Saya Anak Pancasila.

Seusai upacara apel bendera yang digelar, kemarin, tujuh siswa SMA membacakan puisi kecintaan dan kesetiaan para pemuda terhadap Pancasila dan NKRI.

Puisi itu merupakan karya Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur.

Setelah itu, dengan diapit obor yang menyala, tiga siswa membacakan deklarasi Saya Anak Pancasila.

Menurut Sunur, deklarasi itu dilatari situasi kekinian bangsa Indonesia yang dibuat seolah-olah sedang mengalami kemerosotan, dan seolah-olah kehilangan integritas kepribadian sebagai negara berdasarkan Pancasila.

"Situasi seperti ini berpotensi memecah belah anak bangsa dan merongrong keutuhan NKRI sehingga pemuda sebagai generasi penerus bangsa sudah saatnya bahu-membahu bersama pemerintah mengikrarkan kecintaan pada Pancasila dan NKRI. Pancasila sudah tidak perlu diperdebatkan, tidak perlu juga didialogkan lagi. Hanya butuh implementasi atau diamalkan saja," ujar Sunur.

Menurut dia, deklarasi Forum Inovasi Anak Lembata Saya Anak Pancasila itu juga dimaksudkan untuk lebih menyatukan anak-anak di Kabupaten Lembata dalam kompetensi masing-masing.

"Ini langkah awal melihat kompetensi pemuda lembata, saya ingin melihat bagaimana pemuda bersatu agar ekonominya diberdayakan," ujar Sunur.

Sunur melanjutkan, deklarasi itu juga dimaksudkan untuk mengirim pesan kepada Presiden Joko Widodo bahwa orang Lembata masih cinta Pancasila dan NKRI.

Dalam kesempatan terpisah, sejumlah badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Persahabatan Cinta Tanah Air mendeklarasikan penegakan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Beberapa situasi terakhir di negeri ini muncul gangguan yang mengancam keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila sehingga sangat diperlukan kekuatan untuk menghadangnya," ujar inisiator Forum Persahabatan Cinta Tanah Air Jatim Emil Z Milahi. (PT/FL/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya