Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Alamak, Tenaga Honorer pun Diperjualbelikan

Hendri Kremer
12/7/2017 17:08
Alamak, Tenaga Honorer pun Diperjualbelikan
(Ilustrasi--thinkstock)

PEMKAB Karimun, Kepulauan Riau akan melakukan investigasi adanya dugaan jual beli tenaga honorer di jajaran pemerintahan Kabupaten Karimun dengan menetapkan sejumlah uang sebesar puluhan juta terhadap pelamar.

Hal itu diketahui setelah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) turun ke lapangan menyurvei jumlah pegawai serta kedisiplinan pegawai sekitar empat bulan yang lalu.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui memang mendengar laporan ada pejabat yang menjual pekerjaan sebagai tenaga honorer Pemkab Karimun dengan banderol Rp25 juta hingga Rp40 juta per orang. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menyelidiki masalah tersebut.

"Kami memang mendengar ada indikasi demikian pada saat kami melakukan audit, tetapi kami masih akan melakukan kroscek kembali tentang permasalahan tersebut," kata dia, Rabu (12/7).

Menurut Bupati, pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki apakah benar bahwa ada calo yang bermain dalam merekrut tenaga honorer dengan meminta sejumlah uang agar dapat bekerja di bagian pemerintahan.

"Untuk calo yang berani menjualbelikan suatu keputusan dan kewenangan tersebut belum kita ketahui, namun kita sudah membentuk tim untuk menyelidiki lebih dalam kasus tersebut," tegasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya