Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU perakitan bom panci Bandung, Agus Wiguna, 22, berniat masuk kelompok Islamic State (IS) dan memiliki rencana bergabung dengan IS Filipina setelah meledakkan bom di tiga lokasi di Bandung.
"Itu hasil pemeriksaan sementara. Jadi dia (Agus) terobsesi untuk itu," jelas Wakapolda Jawa Barat Brigjen Bambang Purwanto saat kembali setelah meninjau lokasi ledakan di Kampung Kubang Bereum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.
Dari rumah kontrakan pedagang bakso goreng tersebut polisi juga menemukan selembar kertas berisi tulisan tangan yang menyatakan kesetiaan Agus terhadap pemimpin IS Abu Bakar al-Baghdadi.
"Untuk surat, benar ditemukan di rumah kontrakan Agus Wiguna. Sedang didalami penyidik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Rikwanto, di Jakarta kemarin.
Selain berisi pernyataan kesetiaan, imbuhnya, surat itu juga menyatakan tekad pelaku untuk turut berjuang menegakkan syariat Islam dan terus melatih kemampuan fisik.
'Demi Alloh dan Rosululloh dan bangkitnya agama Alloh di Bumi Alloh. Saya sebagai hamba Alloh dan umat Rosululloh bertekad untuk ikut serta dalam tegaknya dinn Alloh yang kaffah sesuai sunah Rosululloh menumpas kedzaliman dan kesyirikan. Dengan ini saya bersikeras untuk selalu: 1. Bertakwa kepada Alloh dalam menjalankan tauhid ini baik dalam susah, senang, semangat, malas, lapang maupun sempit. 2. Saya berbaiat kepada Khilafah Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Baghdadi...', demikian antara lain isi tulisan tersebut.
Menurut Harris, pengurus RW tempat Agus mengontrak, ia sempat berbincang-bincang dengan Agus pascaledakan sebelum polisi tiba di lokasi.
"Dalam obrolannya itu, dia mengaku sempat tinggal di sekitar Pasar Caringin, Kota Bandung, dan menjadi pengedar ganja selama tiga tahun, lalu ia bertobat setelah mengikuti pengajian kelompok NII di Cimahi," jelas Harris.
Sementara itu, Polres Poso, Sulawesi Tengah, kemarin menerima teror bom dari kelompok radikal. (AD/BY/DG/TB/Ant/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved