Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA kerja Tim Satgas Pangan telah diperpanjang. Kini satgas fokus mendalami penyebab munculnya disparitas harga beras di tataran petani dan di pasar. Tim akan menindak segala bentuk penyelewengan terhadap komoditas beras.
Permasalahan menyangkut komoditas beras, ujar Wakil Ketua Tim Satgas Pangan Brigjen Agung Setya, mencakup penimbunan, kartel, oplosan atau mencampur, merubah kemasan, memutihkan beras dengan bahan berbahaya hingga pelanggaran administratif.
"Dengan ditemukannya disparitas harga di petani dan di pasar, sedang dilakukan pendalaman untuk mengetahui permasalahannya," kata Agung.
Terkait hal itu pula, Bareskrim Polri mengadakan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Asosiasi Petani Beras, Asosiasi Pedagang Beras, PD Pasar Jaya, Foodstation, dan Persatuan Penggilingan padi dan Pengusaha Beras indonesia (Perpadi).
Agung Setya mengatakan Satgas Pangan optimistis akan mencapai produktivitas panen sebanyak 85 juta ton gabah di 2017. Selain itu, tidak perlu ada peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) baik gabah maupun beras. Harga yang telah ditetapkan pemerintah sudah cukup memberikan keuntungan kepada petani maupun pedagang.
Berdasarkan Permendag No 27/2017 diatur harga gabah dan beras dari tingkat petani hingga konsumen, yaitu harga gabah kering di petani sebesar Rp3.700 per kilogram, sedangkan harga beras di petani Rp7.300 per kilogram. Sementara harga beras di tingkat konsumen telah diatur sebesar Rp 9.500 per kilogram.
Para pelaku usaha pun telah sepakat akan menyosialisasikan harga beras sesuai HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah yg terbaru yakni Rp8.000 per kilogram sampai dengan Rp9.000 per kilogram.
Jajaran Polri hingga di daerah akan melakukan pendataan distribusi beras, mulai dari petani hingga stok di gudang. Selain itu juga mendata harga beras baik yang berada di penggilingan, gudang hingga ke pedagang.
Secara terpisah, Ketua Tim Satgas Pangan Inspektur Jendral Setyo Wasisto menyebut dari total 212 kasus yang ditangani Tim Satgas Pangan selama dua bulan terakhir didominasi penindakan terkait kasus beras, yakni 34 kasus di antaranya.
"Kasus beras paling dominan. Itu jadi salah satu pertimbangan tim fokus ke beras. Tapi kalau ditemui yang lain tetap diproses," ujar Setyo. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved