Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Malioboro, Yogyakarta menjadi sorotan banyak pihak lantaran banyak wisatawan yang mengeluhkan tingginya tarif parkir dan harga makanan pada libur Lebaran.
Sultan pun menegaskan, ia akan berbicara dengan Wali Kota Yogyakarta untuk mencopot Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro. Sultan berharap agar UPT Malioboro aktif dalam menertibkan pedagang dan petugas parkir. Mereka diharapkan tidak hanya menunggu aduan dari masyarakat dan wisatawan.
"Kalau saya, kalau UPT-nya tidak mampu ya saya ganti. Saya akan bicara dengan Pak Wali," tegas Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.
Menurut Sultan, jasa pariwisata di DIY harus memiliki standar, termasuk pedagang dan petugas parkir di Malioboro, terlebih akan adanya bandara internasional di Kulonprogo. Tuntutan dari wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, adalah adanya standarisasi. Oleh sebab itu, apabila masih ada pedagang dan petugas parkir yang menaikkan harga semaunya sendiri, ia harus ditertibkan.
Sultan mengatakan, perilaku menaikkan harga pada saat Lebaran tersebut jelas mencoreng pariwisata di Yogyakarta. Penertiban harus terus dilakukan agar cara pandang pedagang dan juru parkir berubah.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sebelumnya juga menyayangkan masih adanya pedagang kaki lima dan juru parkir yang menaikkan harga dengan tidak wajar. Pasalnya, sosialisasi sudah gencar disampaikan kepada juru parkir dan pedagang sejak tiga minggu sebelum Lebaran. "Namun, kenyataannya masih ada (wisatawan) yang terkena," terang Heroe.
Pemerintah akan bersikap lebih tegas dengan memberikan sanksi jera. Pihaknya akan mengevalusi dan memberi sanksi kepada pedagang dan juru parkir. Sanksinya sampai pencabutan izin dan tidak diberi lagi izin berdagang atau mejadi juru parkir.
"Ini bukan main-main, karena menyangkut kenyamanan kita semua dan nama baik Yogyakarta," jelas Heroe. Ulah oknum yang menaikkan harga makanan dan parkir secara tidak wajar telah mencoreng nama baik Kota Yogyakarta sebagai kota wisata yang nyaman.
Sebelumnya, perbincangan tentang harga yang tidak wajar di kawasan Malioboro disampaikan melalui media massa. Hingga Senin (3/7), masih ada wisatawan yang melaporkan tarif tidak wajar.
"Saya parkir di dekat Taman Pintar Rp 10.000. Semahal inikah parkir di Jogja?" kata Reza warga Jakarta sambil menunjukkan karcis parkirnya.
Tarif parkir di tempat tersebut ternyata naik sampai dua kali lipat. Pasalnya, menurut Eka Arifa, tarif parkir mobil di dekat Taman Pintar pada hari-hari biasa paling mahal Rp 5.000. "Tarifnya (parkir mobil) 3000 apa 5000 tergantung lama apa ngga," kata warga Sleman ini.
Sebelumnya, wisatawan yang makan di Malioboro juga mengeluhkan mahalnya makanan di Malioboro dengan mengunggah nota pembayaran di media sosial sebesar Rp 490 ribu. Makanan yang dibeli pengunjung tersebut terdiri dari tiga porsi bebek goreng Rp 96 ribu, empat porsi ayam goreng Rp 120 ribu, dua porsi gudeg ayam Rp 90 ribu, tujuh porsi nasi putih Rp 80 ribu, 1 gelas lemon tea Rp 9 ribu, 2 gelas es jeruk Rp 18 ribu, 4 gelas teh panas Rp 32 ribu, dan PPN 10 persen.
UPT Malioboro pun telah memanggil warung lesehan tersebut dan memberi sanksi dengan tidak boleh berjualan sementara. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved