JEMBATAN Penyeberangan Orang (JPO) Cengkareng, Jakarta Barat, sepi pelintas menjelang malam.
JPO ini kerap kali ditemukan aktivitas penyalahgunaan.
Penjaga keamanan SMKN 42 Cengkareng, Kodari, mengatakan ia bersama temannya bergantian menjaga gedung sekolah yang lokasinya persis di depan JPO Cengkareng selama 24 jam.
Ia kerap kali memperhatikan prilaku aneh di atas JPO.
"Entah warga dari mana, tapi sering dipakai orang pacaran. Kemudian, dijadikan tempat nongkrong sambil merokok," tutur Kodari kemarin.
Kodari mengatakan tidak ada petugas keamanan yang secara khusus memperhatikan JPO Cengkareng, terlebih pada malam hari saat suasana menjadi sepi.
Menurut Kodari, selama tiga tahun ia bekerja sebagai petugas keamananan memang belum pernah mendengar ada penyeberang JPO yang mengalami tindakan kekerasan.
Namun, kata dia, tak menutup kemungkinan jika JPO sepanjang 500 meter ini tetap dibiarkan kumuh, kemudian tanpa penerangan dan pengamanan, bisa saja saat sedang sepi mengakibatkan keselamatan pejalan kaki menjadi terancam.
"Seharusnya ada CCTV. Saya sendiri tidak bisa memperhatikan terus-menerus JPO karena tanggung jawab saya sekolah. Kejahatan bukan karena ada niat, tapi kalau ada kesempatan saat suasana sepi dan gelap, tidak ada yang bisa menjamin aman," tuturnya.
Sementara JPO Lebak Bulus makin sepi pascakejadian pemerkosaan di sana. Warga makin takut menggunakan JPO untuk menyeberang.
Toha, 57, penjual rokok dan minuman dingin di dekat JPO Jalan TB Simatupang menceritakan makin sedikit orang yang menggunakan JPO.
Pria paruh baya yang saban hari mangkal sejak pagi hingga sore itu menyebut kondisi tersebut terjadi setelah ada kejadian perampokan dan pemerkosaan di JPO Lebak Bulus.
"Biasanya jam 07.00 WIB sama jam 17.00 WIB, ramai. Ini sekarang sepi, persis habis kejadian itu," ungkap Toha.
Menurut Toha, mayoritas pengguna JPO dekat tempat dia mangkal ialah karyawan beberapa kantor di sekitar JPO.
Namun, belakangan ini, kata Toha, karyawan dan karyawati nampak memilih menyeberang di lampu merah Lebak Bulus.
"Padahal kan lumayan muternya ya," imbuh Toha.
Sejumlah warga memang mengaku makin cemas menggunakan JPO sebab JPO dinilai sudah tak lagi memberikan rasa aman.
"Karena lagi buru-buru saja ini. Biasanya muter paling saya, apalagi kalau habis magrib, takut," ungkap seorang pengguna JPO, Risnah.
JPO menjadi sorotan setelah seorang karyawati dirampok dan diperkosa di JPO Lebak Bulus.