Tubuhnya besar dan padat dengan kulit putih kekuningan.
Tidak mengherankan jika kehadirannya menyedot perhatian banyak orang.
Namun, matilda bukanlah orang.
Dia labu madu varietas baru asal Belanda yang dipamerkan di Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) Ke-3 di Lapangan Kampus IPB, Baranangsiang, Bogor, sejak Jumat (27/11) hingga kemarin.
Festival itu dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (22/11).
Labu itu memiliki daging cukup tebal dengan diameter sekitar 15 sentimeter dan warna orange menyala.
Meski tubuhnya besar hingga mencapai 4 kilogram, isi perut (biji) matilda kecil, hanya sekitar 5 sentimeter, yang terletak di bagian paling bawah.
Kelompok Petani Facebook (kumpulan petani dari berbagai daerah yang bertemu dan aktif di media sosial Facebook) termasuk salah satu kelompok yang aktif mengembangkan labu madu jenis itu.
Selain matilda, ada buah lokal dari Bogor yang memiliki nama unik black fruity, tetapi warna buahnya merah menyala.
Buah yang dibudidayakan di Ciapus, Kabupaten Bogor, itu termasuk buah langka dan dijuluki buah ajaib.
"Nama sama warna aslinya beda. Namanya black fruity, tapi buahnya merah. Saya dan yang lain di sini malah menyebutnya buah ajaib. Rasanya manis dan ini langka. Susah ditemui," kata Asep Nurjaman, petani yang membuka gerai di FBBN.
Dia menyebut buah itu sebagai buah ajaib karena rasa yang manis dan khasiatnya.
"Kalau anak kecil susah minum obat karena pahit, nah, setelah makan buah ini, langsung hilang pahitnya. Ia sebagai penawar rasa," tutur Asep, Sabtu (28/11).
Keunikan lainnya, buah itu hanya bisa ditanam dari bijinya langsung. Karena kelangkaannya, harga buah itu cukup mahal.
Di FBBN, black fruity dijual Rp350 ribu per pohon yang sudah berbuah.
Bibitnya dijual mulai dari Rp100 ribu.
Hajat tahunan IPB itu memberikan banyak keuntungan bagi baik para peserta maupun konsumen.
Ferra Anggita Agustina, pemilik Floterraria, salah satu peserta, mengakui omzet penjualan di FBBN memuaskan.
Selain itu, dengan ikut FBBN, produk-produk seni bunga hiasnya dikenal banyak orang hingga luar kota.
Sementara itu, banyak konsumen yang datang dan memborong banyak buah, tanaman buah, dan bunga.
"Harganya sih hampir sama dengan yang di pasaran. Tapi kualitasnya memang bagus-bagus," kata Fatimah, salah seorang pengunjung.