SEBANYAK 30 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Gunung Sahari Utara kemarin pagi merobohkan 10 bangunan yang dijadikan rumah kos di Jalan Industri II RT 015/01, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Dengan menggunakan peralatan sederhana berupa palu dan linggis, perugas PPSU membongkar bangunan semipermanen yang berdiri di saluran air selama 40 tahun itu.
Wakil Camat Sawah Besar Putut Linangkung, yang mengunjungi lokasi, mengatakan selain tak mengantongi izin, bangunan tersebut juga menutupi saluran air sehingga menyebabkan penyempitan jalan.
"Meskipun sebelumnya sudah kita berikan sosialisasi, pemilik bangunan sempat menolak keras bangunannya dibongkar petugas. Namun, setelah sosialisasi terus dilakukan, seluruh penghuni kos mengosongkan kamar sejak sepekan lalu," ungkap Putut.
Berdasarkan pengamatan, bangunan kos menyisakan jalan 1,5 meter Jalan Industri II yang semestinya memiliki lebar 4 meter.
Aksi pembongkaran yang dilakukan petugas rupanya disambut positif warga sekitar.
Terbukti, sebagian dari mereka turut membantu petugas membersihkan dan mengangkut puing-puing bangunan ke truk milik Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat.
Pasalnya, karena menyempit, jalan yang menghubungkan permukiman RT 015/01 Gunung Sahari Utara dengan Jalan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, itu tidak dapat dilintasi kendaraan. Warga pun terpaksa harus berjalan jauh memutar melalui Jalan Industri I yang berjarak hingga sekitar 200 meter.
"Waktu bangunan kos masih ada, kita lewat susah. Jadinya harus sering muter. Sudah jalanan jadi sempit, kadang ada motor-motor yang parkir di depannya," kata Jandi, 41, warga sekitar.
Tidak hanya itu, keberadaan bangunan liar pun menyebabkan kondisi gang kian rawan kejahatan. Hal tersebut ditunjukkannya lewat kondisi gang yang pengap tidak tersentuh cahaya, apalagi saat malam tiba. Kawasan itu juga kerap dijadikan tempat konsumsi maupun transaksi narkoba. Kegiatan tersebut utamanya sering terlihat saat malam hari.
"Banyak warga dari luar yang datang nongkrong atau cuma sebentar di sekitar rumah kos. Sebenarnya sudah lama warga sini mengeluhkan hal ini. Orang-orang yang nongkrong kalau ditegur juga susah. Sudah sering dibilangin, tapi tetap saja besoknya pada balik lagi," keluhnya.
Hanya 2 jam, seluruh bangunan dapat diratakan. Secara bersama-sama, seluruh puing bangunan pun kemudian diangkut ke truk milik Sudin Kebersihan Jakarta Pusat.
"Penertiban bangunan liar ini merupakan jawaban dari keluhan warga. Buktinya warga ikut membantu dalam proses penertiban. Setelah ini akan dilakukan pengurasan saluran air dan pembangunan taman PKK di sisi kiri dan kanan jalan," kata Lurah Gunung Sahari Utara Trisno Mulyono. (Deni Aryanto/J-1)