Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bangunan Liar Picu Longsor di Jalur KRL

(Put/KG/ DD/Mal/Pro/J-1)
25/11/2015 00:00
Bangunan Liar Picu Longsor di Jalur KRL
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
PENGAMAT kebijakan publik Agus Pambagio menilai peristiwa longsor di jalur kereta diakibatkan alih fungsi lahan di dataran yang lebih tinggi di sekitar pelintasan serta banyaknya permukiman liar. “Ada pengalihan lahan. Longsor itu penyakitnya itu. Banyak yang dirikan rumah di atas-atasnya dan buang airnya otomatis membuat tanah rapuh,” kata Agus saat dihubungi, tadi malam. Agar peristiwa tidak terulang dan perjalanan KRL sebagai urat nadi transportasi kota tidak lagi terganggu, pemerintah daerah setempatharus menertibkan bangunan- bangunan liar yang ada di dekat jalur kereta. "Jalur kereta sebegitu panjang tidak mungkin KAI mengawasi satu-satu. Ini ada kewajiban pemda juga untuk menertibkan. Pindahkan bangunan itu. Ini untuk kepentingan yang lebih banyak," ujar Agus.

Selain penertiban, Agus menambahkan langkah untuk mencegah alih fungsi lahan juga dengan tidak mudah mengeluarkan IMB kepada masyarakat ataupun pengembang lahan. Penumpang menumpuk Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan longsor di jalur KRL di di antara Desa Pabuaran dan Desa Rawapanjang di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Imbasnya, KRL Commuter Line yang mengangkut penumpang dari Jakarta menuju ke Bogor terpaksa hanya sampai di Stasiun Depok Lama. "Penumpang dari arah Jakarta menuju Bogor terpaksa diturunkan di Stasiun Depok Lama. Dari sana penumpang melanjutkan perjalanan dengan naik ojek atau angkot," kata Kepala Seksi Bina Teknis dan Pengendalian Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok Satria Fristadi.

Namun, ada juga ratusan penumpang yang terjebak berjam-jam di dalam gerbong kereta. Pasalnya, KRL yang mereka tumpangi telah melewati Stasiun Depok Lama. “Di perjalanan antara Stasiun Citayam dan Bojong Gede diberitakan terjadi longsor. Akibatnya kereta tertahan dan kami terpaksa menunggu di dalam gerbong lebih dari 2 jam,” tutur Dwi Desi, 44, penumpang KRL. "Seluruh penumpang akhirnya diturunkan di tengah lajur kereta," lanjutnya. Sementara itu, pantauan di Stasiun Cawang, KRL menuju Bogor pun terlihat tertahan.

"Ini (KRL Tanah Abang-Depok) berhenti di Stasiun Cawang sudah 1 jam. Berhenti karena di depan KRL ini ada tiga KRL lagi yang berhenti di Stasiun Pasar Minggu. Infonya ada gangguan," kata Dian, 33, penumpang. Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunissa mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah supaya perjalanan KRL kembali normal. "Kereta sempat tertahan dan hanya bisa berjalan satu jalur. Kereta akan segera kembali normal. Saat ini sudah mulai bisa digunakan dua jalur, tetapi masih sangat hati-hati, sekitar 5 kilometer per jam," tuturnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya