DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi menyesalkan masih banyak proyek penanggulangan banjir belum rampung. Padahal, sudah memasuki musim hujan.
"Pemerintah tidak cakap dalam melakukan perencanaan," ujar Anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi, Reynold Tambunan, akhir pekan lalu.
Seharusnya, jelas Reynold, pada November ini, seluruh proyek pembangunan masuk tahap penyelesaian. Namun, kanyataanya proyek-proyek itu masih dalam tahap pengerjaan. "Apalagi, ada yang belum mencapai 50%, khususnya proyek penanggulangan banjir," sesal Reynold.
Ia mencontohkan, proyek jembatan Kartini di Kelurahan Margahayu, Kecamata Bekasi Timur. Proyek peninggian jembatan dan penurapan masih dalam tahap pengerjaan. Padahal, Kota Bekasi sudah mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi. "Proyek itu untuk mencegah banjir, mulai dari Rawalumbu hingga ke Jalan Kartini," kata dia.
Selain itu, pembangunan polder Aren Jaya di Kecamatan Bekasi Timur masih tahap pengerukan. Padahal, kata dia, polder tersebut untuk menampung air hujan di wilayah Perumnas 3 dan daerah sekitar yang menjadi langganan banjir. "Kami mendesak pemerintah segera menyelesaikan pekerjaannya karena menyangkut kepentingan masyarakat," kata Reynold.
Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto berkilah, lelang baru dijalankan pada pertengahan tahun. Apalagi, pemerintah baru menerapkan e-planing tahun ini. Karena itu, perencanaan kegiatan dibuat bersamaan dengan berjalannya penyerapan anggaran. Menurut dia, pembuatan perencanaan membutuhkan waktu sekitar lima bulan. "Januari-Mei perencanaan, Juni lelang, Juli dan Agustus mulai pengerjaan," kata dia.
Menurut Tri, agar tak terjadi keterlambatan pembangunan pada 2016, pemerintah telah membuat perencanaan pembangunan infrastuktur pada 2015, sehingga mulai awal Januari 2016, proyek sudah bisa dilelang. "Jadi, pertengahan tahun, semua proyek sudah bisa diselesaikan," kata Tri. Tri menambahkan, dinasnya tahun ini mendapatkan alokasi APBD sebesar Rp645 miliar.(Gan/J-3)