GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai banyak oknum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang curang dalam penyusunan anggaran.
"Masih banyak oknum SKPD yang brengsek," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota DKI, kemarin (Minggu, 22/11).
Ahok menjelaskan SKPD sering bagi-bagi komisi dengan event organizer dalam penyelenggaraan kegiatan sehingga dana di-mark up.
Selain itu, banyak proyek yang menggunakan penunjukan langsung oleh SKPD. Misalnya, untuk memperindah taman, pengerjaan tak dilakukan oleh pihak swasta.
"Kalau kamu tunjuk langsung Rp200 juta, jangan-jangan pegawai kita yang kerja. Bibitnya pun mengambil dari kebun kita untuk nutupin yang rusak. Tapi dia tulisnya seolah-olah bayar perusahaan buat tunjuk langsung. Bisa-bisa langsung masukin Rp100 juta ke perusahaan untuk bayar pajak pura-pura," papar Ahok.
Ada lagi, lanjut Ahok, SKPD yang menggunakan jasa penjual CV untuk memuluskan SKPD mendapat anggaran, seperti di Dinas Perindustrian dan Energi DKI. Ahok pun akan menindak tegas oknum SKPD yang berani menggunakan jasa tersebut.(Ssr/MTVN/J-1)