Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ahok Akui Banyak Kekurangan

Put/Ssr/MTVN/J-1
20/11/2015 00:00
Ahok Akui Banyak Kekurangan
(AP/Dita Alangkara)
DALAM satu tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku masih banyak pekerjaan yang perlu dibenahi, terutama masalah transportasi dan birokrasi.

DKI, kata Ahok, masih kekurangan transportasi massal seperti bus.

Ia mengaku vendor bus DKI di Jawa Tengah hanya mampu memproduksi satu hari satu bus.

"Padahal, kita butuh ribuan bus," kata Ahok di Balai Kota, kemarin.

Ahok menilai angka produksi itu masih minim. Padahal, vendor bus dalam negeri itu memproduksi (karoseri) bus dengan kualitas terbaik.

"Kira-kira setahun cuma bisa produksi 300 buah. Kalau impor, sayang juga," ucapnya.

Sebagai jalan keluar sementara, Ahok menyebut masih fokus mempersiapkan penggabungan bus kota dengan skema tarif rupiah per kilometer.

"Jadi bus siapa pun boleh masuk kalau dibayar rupiah per kilometer. Kita bayarin. Itu yang masih jadi masalah," ujar dia.

Tak hanya masalah transportasi, Ahok juga menyoroti sistem birokrasi yang karut-marut.

Dia bilang masih ada saja oknum yang tak sejalan dengan ritme dia bekerja.

Ia pun mencontohkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) DKI yang dinilai kurang maksimal dalam membenahi museum di Jakarta.

"Museum masih banyak yang lembap, ada air yang tergenang. Terus sudin sama dinas juga selalu overlap (tugas)," aku Ahok.

Untuk itu, mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengatakan bakal memperketat pengawasan kepada anak buahnya.

Ia pun lagi-lagi mengaku memberi ultimatum kepada anak buahnya untuk bekerja lebih keras lagi.

"Saya sekalian ancam mereka (kepala dinas) akan saya stafkan kalau tidak beres," kata dia.

Namun, ia mengatakan peringai para PNS DKI sudah lebih baik.

"Kalau saya lihat sih tampang muka-mukanya (PNS) lebih baik sekarang. Mereka sudah tahu saya serius," katanya.

Kendati ada perubahan, Ahok menyebut masih ada PNS yang suka berbuat curang dan berkinerja kurang optimal.

Namun, Ahok mengaku tidak kelabakan menghadapi oknum tersebut.

Terbantu Jokowi
Ahok pun merasa terbantu dengan posisi Joko Widodo sebagai presiden.

Ia meng-ungkapkan banyak proyek DKI yang disokong oleh pemerintah pusat.

Beberapa di antaranya soal kisruh sampah di Bantar Gebang, keluarnya keputusan presiden (keppres) soal pembelian proyek MRT dan soal hibah lahan di Kemayoran.

"Semuanya dibantu," katanya.

Tak hanya dengan Jokowi, Ahok juga merasa kedekatannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla banyak memberikan kontribusi positif.

Terlebih, ia mengaku lebih dulu mengenal JK ketimbang Jokowi.

Kedekatannya dengan orang nomor satu dan dua di Indonesia itu juga membuat hubungannya dengan sejumlah kementerian berjalan mulus sehingga sejumlah proyek dapat dikoordinasikan dengan baik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya