SEBANYAK delapan titik berpotensi banjir menghadang perjalanan kereta commuter line Jabodetabek selama musim hujan. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewaspadai gangguan tersebut dengan meningkatkan intensitas pengawasan daerah-daerah rawan gangguan. Kepala Humas Daerah Operasional (Daop) I PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang Prayitno mengatakan pihaknya juga menerjunkan regu siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk memudahkan mobilitas penanganan gangguan pada pelintasan kereta. Pemantauan pun terus dilakukan di delapan titik tersebut dengan menambah satu personel di setiap jalur kereta, yakni petugas pemeriksa jalur kereta.
"Flying gang atau regu siaga 24 jam ditempatkan di beberapa lokasi untuk memudahkan mobilitas penanganan gangguan tersebut. Di samping itu, di lokasi ada petugas jaga khusus dan petugas pemeriksa jalur (PPJ) KA ditambah satu orang guna melakukan deteksi dini, " kata dia, kemarin. Kedelapan titik rawan banjir tersebut berada pada rute Manggarai-Bogor, Tanah abang-Rangkasbitung, dan Relasi Tangerang. Di rute Manggarai-Bogor, titik rawan terletak di Stasiun Duren Kalibata-Pasar Minggu Baru, Stasiun Pasar Minggu-Tanjung Barat, dan Stasiun Depok-Citayam. Pada rute Tanah Abang hingga Rangkasbitung, titik rawan berada di Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji, Stasiun Serpong-Cisauk, Stasiun Tenjo-Tigaraksa, dan Stasiun Maja-Citeras. Sementara itu, pada relasi Tangerang, titik rawan banjir terdapat di Stasiun Rawa Buaya hingga Stasiun Kalideres.
Selain lokasi potensi banjir, PT KAI memetakan lokasi yang berpotensi terjadi pergerakan tanah atau longsor di sembilan titik. "Lokasi-lokasi rawan berdasarkan mapping kami berada di beberapa lokasi. Di lintasan Jatinegara sampai Cikampek ada tiga titik pergerakan tanah atau longsor, antara lain di Stasiun Cakung-Kranji, Tambun-Cikarang, dan Stasiun Klari-Kosambi," kata Bambang. Titik rawan longsor juga terdapat di Stasiun Pondok Cina-Depok Baru, Stasiun Ci tayam-Bojong Gede, dan Stasiun Bojong Gede-Cilebut-Bogor. Pada relasi Tanah Abang-Rangkasbitung, titik rawan longsor berada di Stasiun Daru-Tenjo dan Stasiun Citeras-Rangkasbitung. Pada lintas Rangkasbitung-Merak, terdapat satu titik rawan longsor yang berada di Stasiun Catang-Cikeusal.
Perbaiki drainase Ia mengatakan pencegahan banjir dan longsor dilakukan PT KAI dengan memperbaiki drainase di sekitar jalur serta pengamanan jalur. Satuan Kerja Direktorat Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan, tambahnya, bahkan telah menugasi personelnya untuk mengimbau masyarakat yang bermukim dekat jalur kereta agar tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menyalurkan air ke pelintasan. "PT KAI senantiasa mengimbau masyarakat yang berdekatan dengan jalur untuk menjaga lingkungan jalur KA, dengan tidak mengalirkan atau menyalurkan air melalui drainase secara sembarangan, hingga berpotensi banjir dan dapat merusak track jalur KA," tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat dalam status siaga banjir. Menurut Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Tata Air Santo, di wilayahnya terdapat 12 titik rawan banjir, di antaranya di Jelambar; sekitar Universitas Trisakti yang berada di Jalan S Parman dan Jalan Kyai Tapa, Grogol; Perumahan Taman Raya Greenville, Kedoya; Perumahan Green Garden; kawasan Rawa Buaya; Jalan Flamboyan; Perumahan Taman Palem; Kompleks Film dan Televisi (KFT), kawasan Kembangan; Palmerah Utara; dan Kapuk Raya. (Sri/J-2)