KELUHAN masyarakat terhadap angkutan kota (angkot) yang kerap mengetem sembarangan sehingga menyebabkan kemacetan di wilayah Jakarta Selatan direspons Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
"Jadi kami mendapat laporan dan keluhan masyarakat mengenai perilaku sopir angkot yang sering menyebabkan kemacetan karena mengetem di pinggir jalan. Hari ini kami tindak para sopir angkot tersebut," ungkap Kepala Seksi Penindakan dan Operasi Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Slamet Dahlan.
Puluhan petugas gabungan menyisir kawasan di sekitar Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Petugas langsung menilang sopir angkot yang mengetem sembarangan.
Bahkan empat angkot yang tengah mengetem di pinggir stasiun dikandangkan ke Rawa Buaya, Jakarta Barat, karena surat-suratnya tidak lengkap.
"Nanti akan kami lakukan pembinaan dulu sebelum angkot tersebut diserahkan kembali ke pemiliknya. Tentunya, pemilik harus melengkapi dulu suratnya, dan bayar denda maksimal Rp500 ribu karena parkir sembarangan," jelasnya.
Tidak hanya angkot, puluhan ojek juga ikut ditertibkan.
Meski sempat mendapat perlawanan dari puluhan tukang ojek di sekitar Stasiun Kebayoran Lama, petugas tetap menilang 10 pengojek yang tidak memiliki surat-surat.
"Meskipun sempat kaos, kami tidak pandang bulu. Tetap kami tindak mereka karena menyalahi aturan," paparnya.
Selain kawasan Kebayoran Lama, Slamet mengatakan pihaknya pun secara rutin akan memantau Stasiun Tebet dan Pasar Minggu.
Namun, untuk kawasan Lenteng Agung yang mengalami kemacetan panjang akibat angkot mengetem di depan Stasiun Lenteng Agung, Slamet belum dapat memastikan kapan akan menertibkan angkot-angkot tersebut.
Menurut Slamet, untuk melakukan operasi skala besar di Lenteng Agung harus melibatkan banyak pihak seperti camat, Sudin Perekonomian, Sudin Sosial, Satpol PP, dan kepolisian.
Ia mengatakan pihaknya tidak bisa menindak angkot-angkot itu sendirian, sebab di wilayah tersebut memang sopir angkutan membandel.
"Tidak bisa kalau hanya Sudin Perhubungan. Harus ada camat setempat juga. Kami maunya lebih cepat lebih baik. Sesegera mungkin bisa melakukan penertiban di sana," jelasnya.
Sebenarnya, kata dia, selama ini setiap pagi dan sore anggotanya selalu menyisir kawasan itu untuk menertibkan.
Namun, penertiban masih dalam skala kecil.
Angkot yang mengetem di Stasiun Lenteng Agung dikeluhkan para pengguna jalan, salah satunya Vicky, 29.
Menurutnya, setiap hari ia selalu saja kena macet saat melintasi Jalan Raya Lenteng Agung.
Vicky berharap petugas bisa segera menertibkannya.