Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kemunculan iklan film horor di ruang publik yang dinilai meresahkan dan tidak ramah anak. Penertiban langsung dilakukan di sejumlah titik setelah laporan masyarakat mencuat usai peringatan Hari Film Nasional 2 April 2026.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan keamanan ruang publik bagi seluruh warga.
“Total ada tiga lokasi yang sudah kami tertibkan, yaitu dua lokasi berbentuk banner dan satu lokasi videotron. Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau situasi di lapangan dan memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” ujar Yustinus, Minggu (5/4).
Penertiban dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik).
Adapun tiga titik yang telah ditertibkan berada di Jalan Puri Kembangan dan Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung), Jakarta Barat, serta kawasan Pos Polisi Perempatan Harmoni, Jakarta Pusat.
Yustinus menekankan, ruang publik harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif, terutama bagi anak-anak.
Karena itu, setiap materi promosi yang ditayangkan wajib memperhatikan aspek kepatutan serta dampak psikologis bagi masyarakat luas.
“Kalau masih ditemukan iklan serupa, tentu akan kami tindak tegas. Ini bagian dari komitmen menjaga kualitas ruang publik Jakarta,” tegasnya. (H-2)
Judul film pada sebuah baliho seperti Aku Harus Mati dapat memicu activation of death-related thoughts.
PDSKJI menilai baliho film “Aku Harus Mati” berpotensi memicu kecemasan dan distres, terutama bagi kelompok rentan. Imbauan evaluasi pun disampaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved