Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Penyebab Banjir Berulang di Bukit Cengkeh 1 dan 2 Depok

mediaindonesia.com
02/4/2026 20:39
Penyebab Banjir Berulang di Bukit Cengkeh 1 dan 2 Depok
Ilustrasi(Antara)

Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 di Cimanggis, Kota Depok, kembali menjadi sorotan akibat masalah banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Lokasi geografis yang berada di cekungan serta luapan debit air dari aliran sungai di sekitarnya menjadi faktor utama yang hingga kini belum teratasi sepenuhnya.

Berdasarkan pengamatan lapangan dan pola kejadian sebelumnya, berikut adalah beberapa faktor utama penyebab banjir di kawasan tersebut:

1. Luapan Kali Laya

Penyebab paling dominan adalah meluapnya aliran Kali Laya. Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 berada di lintasan aliran sungai ini. Saat intensitas hujan tinggi di hulu atau lokal, debit air meningkat drastis melampaui kapasitas tanggul dan badan sungai, sehingga air melimpas ke pemukiman warga.

2. Kontur Tanah yang Rendah (Cekungan)

Secara topografi, sebagian besar area di Bukit Cengkeh 1 dan 2 berada di titik rendah atau cekungan. Hal ini menyebabkan air dari wilayah yang lebih tinggi di sekitarnya mengalir dan berkumpul di area perumahan, sehingga proses surutnya air memerlukan waktu lebih lama jika sistem pompa tidak optimal.

3. Masalah Drainase dan Sedimentasi

Saluran air atau drainase di dalam perumahan seringkali mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi lumpur serta sampah. Kapasitas drainase yang ada saat ini dinilai sudah tidak mampu menampung volume air hujan yang ekstrem, ditambah dengan banyaknya alih fungsi lahan di sekitar kawasan yang mengurangi daerah resapan air.

Catatan Redaksi: Hingga saat ini, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas PUPR terus melakukan upaya normalisasi sungai dan perbaikan tanggul di titik-titik rawan. Namun, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat memasuki puncak musim hujan.

Hingga berita ini diturunkan, data spesifik mengenai tinggi genangan terbaru dan jumlah warga terdampak secara mendetail masih dalam tahap validasi oleh pihak terkait di lapangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya