Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup Hanif Faisol menekankan pengelolaan sampah di Terminal Kampung Rambutan perlu ditingkatkan menjadi skala material recovery facility (MRF). Langkah ini menyusul tingginya volume sampah harian di terminal, yang mencapai sekitar 15 ton.
Meski fasilitas pengelolaan sampah sudah ada, menurut Hanif, kapasitasnya masih belum memadai untuk menampung dan mengolah volume sampah yang terus bertambah. "Di sini sudah ada fasilitas, tapi skalanya harus ditingkatkan. Dengan volume sekitar 15 ton per hari, ini harus menyesuaikan menjadi fasilitas recovery yang lebih besar,” ujarnya saat meninjau Terminal Kampung Rambutan, Selasa (17/3).
Pemerintah pusat akan memberikan panduan teknis langsung terkait kebutuhan yang harus dipenuhi pengelola terminal. Targetnya, dalam tiga bulan ke depan, sistem pengelolaan sampah di Kampung Rambutan sudah dapat beroperasi optimal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan darurat sampah di Jakarta. Pemerintah bahkan meminta Pemprov DKI untuk secara bertahap menghentikan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang, kecuali residu yang tidak bisa diolah. “Ke depan, yang boleh dikirim ke Bantar Gebang hanya residu. Artinya, sampah harus selesai diolah di sini. Organik dipisah dan dikelola, yang anorganik dipilah yang punya nilai ekonomi dimanfaatkan, sisanya baru jadi residu,” tegasnya.
Selain meninjau pengelolaan sampah, Hanif juga memastikan arus mudik di terminal relatif terkendali. Meski ada kasus anak terpisah dari orang tua, petugas berhasil menanganinya dengan cepat. Ia juga mengingatkan pemudik agar waspada, disiplin, dan ikut menjaga kebersihan di area publik.
“Masyarakat harus mulai disiplin. Minim sampah itu penting. Semua yang beraktivitas di sini wajib mengikuti arahan pengelola terminal dalam tata kelola sampah, karena tanggung jawabnya ada di pimpinan kawasan,” pungkasnya. (Far/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved