Kamis 05 November 2015, 00:00 WIB

Boleh Lewat Cileungsi dengan Syarat

Akmal Fauzi, Gana Buana | Megapolitan
Boleh Lewat Cileungsi dengan Syarat

MI/Barry Fatahilah

 
WARGA Cileungsi, Kabupaten Bogor, hanya akan mengizinkan lagi truk sampah DKI Jakarta tujuan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, melintasi wilayah itu dengan sejumlah syarat.

Syarat yang diajukan warga Cileungsi antara lain, truk pengangkut sampah harus layak sehingga tidak meninggalkan bau tidak sedap sepanjang jalan yang dilintasi. Selain itu, truk hanya dapat melintas antara pukul 21.00 hingga pukul 05.00 WIB.

"Mobil harus yang sangat layak. Sampah harus tertutup rapat dan jangan sampai ada air sampah yang menetes dan meninggalkan bau tidak sedap," kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi di Jalan Raya Cileungsi, kemarin (Rabu, 4/11/2015).

Seiring dengan diajukannya syarat pengangkutan sampah oleh warga Cileungsi, kerumunan warga yang semula menghadang truk di perempatan Cileungsi mulai sepi. Namun, spanduk bertuliskan penolakan masih terpasang di pinggir Jalan Raya Cileungsi. Anggota Kepolisian Sektor Cileungsi dan Polres Bogor juga tidak terlihat lagi di lokasi penghadangan truk sampah.

Meski tidak ada lagi kelompok warga yang menghadang truk sampah DKI Jakarta, sejumlah sopir truk yang sehari-hari mengangkut sampah ke TPST Bantargebang melalui jalan alternatif Cibubur-Cileungsi, mengaku masih takut bila harus melintasi jalur tersebut.

"Saya masih takut. Khawatir nyawa melayang bila terjadi aksi anarkis," kata Nana, 32, sopir truk sampah yang tengah parkir di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah Kebon Pala, Matraman, Jakarta Timur.

Karena itu pula, ia kini memilih mengangkut sampah pada malam hari melalui Bekasi Barat, kendati harus antre dengan ratusan truk sampah lainnya.

Nana juga berharap polemik pengelolaan sampah di TPST Bantargebang antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera terselesaikan. Demikian juga dengan pengangkutan sampah melalui jalur Cibubur-Cileungsi.

Di sisi lain, Pemkot Bekasi mulai menyiapkan 23 kausul yang akan dimasukkan pada perjanjian tambahan dalam kerja sama pemanfaatan lahan TPST Bantargebang dengan Pemprov DKI Jakarta. Klausul baru tersebut dinilai perlu diberlakukan lantaran perjanjian kerja sama yang dibuat sejak 2009 lalu dinilai sudah tidak relevan lagi.

Sekretaris Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji mengatakan, selain perjanjian lama sudah tidak relevan, banyak klausul yang dilanggar akibat tidak adanya sanksi tegas terhadap pihak yang melanggar.(Mal/Gan/MTVN/J-2)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

14% Vaksinasi Covid-19 Indonesia Ada di Jakarta

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 16 April 2021, 23:15 WIB
Hingga hari ini Jakarta telah mencatatkan penyuntikan 2.429.144 dosis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.615.457 dosis merupakan penyuntikan...
dok.mi

Jumlah Kasus Baru Positif Covid di Jakarta Menurun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 16 April 2021, 23:05 WIB
DARI data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jumlah kasus baru menurun jika dibandingkan dengan kemarin yang sebanyak 1.330 kasus...
Ant/Rivan A Lingga

Agustus 2021 Kampung Susun Akuarium Mulai Dihuni Warga

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 16 April 2021, 22:50 WIB
WARGA Kampung Akuarium, Jakarta Utara, ditargetkan sudah bisa menempati Tower B dan Tower D Kampung Susun Akuarium pada Agustus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya