Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini bukan lagi sekadar titik akhir pembuangan. Memasuki tahun 2026, fasilitas seluas 110,3 hektare ini berada di persimpangan krusial. Dengan gunungan sampah yang telah mencapai ketinggian lebih dari 50 meter atau setara dengan gedung 16 lantai, Bantargebang kini bertransformasi menjadi laboratorium teknologi pengelolaan sampah terbesar di Indonesia.
Hingga awal 2026, TPST Bantargebang menerima rata-rata 7.500 hingga 8.000 ton sampah setiap harinya dari Jakarta. Kapasitas total yang mencapai 70 juta ton diperkirakan telah terisi lebih dari 80%. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi telah menyepakati perpanjangan kontrak kerja sama pengelolaan hingga lima tahun ke depan (2026-2031).
Untuk memperpanjang usia pakai lahan, TPST Bantargebang kini mengandalkan dua teknologi utama yang menjadi pilar pengelolaan sampah modern:
| Aspek | Detail Informasi (Data 2026) |
|---|---|
| Luas Lahan | 110,3 Hektare |
| Volume Sampah Harian | 7.500 - 8.000 Ton |
| Ketinggian Landfill | > 50 Meter (Setara Gedung 16 Lantai) |
| Teknologi Unggulan | RDF Plant & PLTSa Merah Putih |
Meski industrialisasi sampah mulai berjalan, aspek sosial tetap menjadi perhatian utama. Penyaluran dana kompensasi atau "uang bau" bagi warga di tiga kelurahan terdampak (Cikiwul, Ciketing Udik, dan Sumur Batu) terus disinergikan dengan perbaikan kualitas lingkungan. Fokus utama tahun 2026 adalah penyediaan akses air bersih melalui kolaborasi PAM Jaya dan PDAM Tirta Patriot untuk mengatasi dampak pencemaran air lindi.
Secara fisik, lahan Bantargebang sudah sangat terbatas. Optimalisasi saat ini dilakukan melalui landfill mining (pengerukan sampah lama) untuk diolah menjadi RDF, sehingga tercipta ruang baru bagi sampah yang baru datang.
Jakarta mulai mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah di dalam kota (seperti RDF Rorotan) dan memperkuat program pengurangan sampah dari hulu melalui gerakan pilah sampah di tingkat RW.
Sampah dibakar dalam suhu tinggi menggunakan teknologi insinerasi. Panas yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin uap yang kemudian menghasilkan energi listrik.
TPST Bantargebang 2026 adalah potret nyata tantangan ekologi perkotaan. Keberlanjutan fasilitas ini sangat bergantung pada keseimbangan antara implementasi teknologi tinggi di hilir dan kesadaran masyarakat Jakarta untuk mengurangi produksi sampah di hulu. Tanpa sinergi keduanya, gunung sampah Bantargebang akan terus menjadi bom waktu lingkungan bagi wilayah sekitarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved