Kamis 05 November 2015, 00:00 WIB

Sidang Serda Yoyok Dibuat Terbuka

(Kim/DD/Adi/J-1) | Megapolitan
Sidang Serda Yoyok Dibuat Terbuka

DOK

 
PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan sidang kasus penembakan terhadap warga sipil oleh anggota Intel Kostrad Sersan Dua Yoyok, di Cibinong, Bogor, Selasa (3/11), bakal dilakukan secara terbuka. Insiden itu, lanjut Panglima, menjadi pembelajaran TNI untuk membuka semua persidangan militer yang terkait dengan masyarakat. Ia bakal membuat surat telegram Panglima TNI untuk memastikan hal itu berjalan. "Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui karena kalau tidak seolah-olah TNI membuat persidangan nanti membuat keringanan (pada putusannya)," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Gatot pun mendorong TNI mengevaluasi penggunaan senjata api. Pasalnya, hanya perwira yang dibolehkan membawa senjata api di luar tugas. "Pasti (ada pengetatan senjata api). Saya sudah perintahkan KASAD (Jenderal Mulyono) untuk mengevaluasi, tingkatan-tingkatan apa yang membawa senjata. (Insiden  yoyok) itu suatu kesalahan. Seharusnya tidak (bawa senjata)," kata dia. Ia menjelaskan sersan dua, yang masuk tingkat Bintara, harusnya hanya bisa menggunakan senjata saat berdinas, misalnya piket jaga di markas.

Itu pun, lanjut dia, prajurit harus mengembalikannya ke gudang senjata saat tugas itu rampung. Insiden Yoyok saat itu terjadi di jalan umum di Cibinong yang jauh dari daerah tugasnya. "Saya pastikan tugas hanya dalam kesatrian (lingkungan markas). Jadi (Yoyok) bukan (dalam) tugas," kata dia. Gatot memastikan pihaknya akan memproses pelaku hingga ke persidangan militer. Meski vonisnya masih menunggu pengadilan, dia menyatakan akan mengenakan sanksi pemecatan kepada Serda Yoyok.

"Pasti (dipecat). Apa pun (alasannya), menghilangkan nyawa orang lain, sengaja atau tidak sengaja, apalagi oleh aparat dengan menggunakan senjata yang bukan untuk (menembak sipil), sanksinya pemecatan," tegasnya. Proses penyidikan kasus yang menewaskan Marsin Sarmani alias Japra, 40, itu tengah ditangani Datasemen Polisi Militer (Denpom) Bogor.

"Motifnya masih diselidiki. Dari keterangan saksi-saksi karena kecelakaan lalu lintas," kata Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol CZI Dwi Bima Nurahmat. Direktur Program Imparsial Al Araf mengatakan perlu aturan untuk membatasi penggunaan senjata api di kalangan militer. "Psikotes ulang prajurit memang penting, tapi yang terpenting ialah adanya aturan kepemilikan senjata api di kalangan TNI," ujar Al Araf.

Baca Juga

Antara/Reno Esnir

Kapolri sebut Aplikasi SINAR Untuk Hindari Penyelewengan

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 20:43 WIB
Listyo juga menuturkan dengan adanya aplikasi SINAR, aparat nantinya bisa mewujudkan pelayanan kepolisian penegakan hukum yang tegas dan...
Antara/Reno Esnir

Lewat Aplikasi SINAR, Pengurusan SIM Bisa dengan Ponsel

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 19:59 WIB
Istiono mengungkapkan aplikasi SINAR akan mempermudah masyarakat untuk memperpanjang masa berlaku dan membuat SIM A dan SIM C secara...
Antara

DKI Larang Restoran Gelar Live Music Selama Ramadan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 13 April 2021, 19:20 WIB
Kegiatan usaha rumah makan atau restoran dapat beroperasi dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat, serta mengikuti aturan Pemprov DKI...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya