Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jelang Ramadan, Pemerintah Larang edagang Jual Pangan di Atas HET

Ihfa Firdausya
25/1/2026 15:34
Jelang Ramadan, Pemerintah Larang edagang Jual Pangan di Atas HET
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Bapanas)

MENJELANG bulan suci Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan tidak boleh ada pedagang yang menjual pangan dengan harga yang melebihi ketentuan. Hal tersebut juga telah disepakati oleh para pelaku usaha pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga harga pangan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan selama periode Ramadan sampai Idulfitri. Hal itu menjadi arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Presiden sangat mengharapkan untuk menjaga harga pangan di bulan suci Ramadan. Ini masih banyak waktu. Kami minta satu minggu, sudah stabil. Berada pada level HAP (harga acuan penjualan) dan HET (harga eceran tertinggi),” ungkap Amran dalam keterangan yang diterima, Minggu (25/1).

"Tidak ada boleh pengusaha seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan Polri akan bekerja, bila perlu menindaknya. Tidak ada lagi kesempatan, karena sudah lama kita imbau-imbau. (Jadi) tidak boleh menjual di atas HET," tegasnya.

Pemerintah telah mengoordinasikan seluruh pihak terkait untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan tidak melampaui batas yang ditetapkan. Pengawasan distribusi juga diperkuat guna dapat memberikan harga pangan yang baik untuk masyarakat.

Di Pasar Anyar Bogor, pada Sabtu (24/1), ketersediaan berbagai pangan pokok strategis disebut memadai. Sementara pergerakan harga masih berada dalam rentang yang wajar dan masih sesuai harga eceran tertinggi dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

Salah satu pedagang, Ahmad Nasir, menyampaikan bahwa stok cabai masih rutin masuk ke pasar. Harga pun masih sesuai HAP tingkat konsumen untuk cabai.

“Cabai rawit sekitar Rp 45.000 per kilogram, cabai merah besar Rp32.000 per kilogram, dan cabai keriting Rp35.000 per kilogram. Pasokan masih lancar,” ujarnya.

Untuk komoditas protein hewani, Eja, salah satu pedagang daging sapi, menyebut harga daging merah berada di kisaran Rp 130.000 per kilogram (kg). Sementara itu, Hendar pedagang daging ayam ras, mengatakan harga ayam saat ini sekitar Rp 38.000 per kg. Ia menegaskan ketersediaan stok tetap terjaga dan permintaan dari pembeli masih dalam kondisi normal.

Untuk beras, Toko Beras Budi Daya memastikan beras medium tersedia dengan harga Rp 13.000 per kg. Pedagang menegaskan pasokan beras sama sekali tidak mengalami hambatan dan distribusi berjalan lancar.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi umum secara bulanan saat momen Nataru berada di angka yang cukup baik di 0,64% pada Desember 2025. Untuk diketahui, dalam 5 tahun terakhir inflasi umum secara bulanan di bulan Desember selalu berada di bawah 1%.

Sementara, khusus inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau kerap disebut sebagai inflasi pangan, juga belum pernah melampaui limit kewajaran tingkat inflasi di momen Ramadan dan Idulfitri. Dalam 5 tahun terakhir, inflasi pangan secara bulanan selama Ramadan dan Idulfitri senantiasa berada kurang dari 3%.

Untuk kondisi menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun 2026 saat ini, inflasi pangan yang terakhir tercatat di level 2,74% pada Desember 2025. Pemerintah akan mengimplementasi dua jurus yakni menggencarkan berbagai program intervensi pangan dan memperketat pengawasan harga guna menekan tingkat inflasi ke depannya. (Ifa/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya