Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pertumbuhan Industri Film Nasional

 Gana Buana
04/12/2025 21:26
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pertumbuhan Industri Film Nasional
Pemprov Jakarta dukung pertumbuhan industri film Nasional(Dok. MI)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam JAFF Market 2025, sebagai bagian dari upayanya menjadikan Jakarta sebagai ‘The City of Cinema.’ Selama tiga hari kegiatan, Pemprov DKI Jakarta fokus pada penguatan industri film melalui berbagai kolaborasi dengan pelaku industri film, baik nasional maupun internasional.

Salah satu pencapaian utama dari partisipasi Jakarta di JAFF Market 2025 adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov DKI Jakarta yang diwakili oleh Jakarta Experience Board (JXB) dengan dua rumah produksi ternama, Palari Films dan Wahana Kreator. MoU ini menandakan dimulainya produksi film besar di Jakarta pada 2026, yang melibatkan berbagai lokasi ikonik di ibukota.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) / Jakarta Experience Board (JXB), Yunn Bali Mohammad Yusuf, menjelaskan bahwa JXB akan memberikan dukungan penuh dalam proses perizinan dan akses lokasi. Termasuk, sarana transportasi kota serta situs budaya dan sejarah yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta. 

"Kerja sama ini memberikan kemudahan akses dan sistem perizinan satu pintu, yang diharapkan dapat mempercepat proses produksi film serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik," ungkap Yunn.

Ia mengatakan, Palari Films, telah mempersiapkan tiga judul film untuk proyek ini. Sedangkan, Wahana Kreator telah memiliki rekam jejak panjang dalam produksi film di Jakarta. Dua rumah produksi ini, menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalankan proyek ini.

Selain itu, kata dia, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan Singapore Film Commission dan Hubert Bals Fund pada 29 November 2025. FGD ini bertujuan untuk mematangkan pembentukan Komisi Film Jakarta, yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. 

Dewan Pengawas Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Sihar, menegaskan pentingnya pembentukan lembaga otoritatif yang dapat mengakomodasi segala kebutuhan produksi film, dari perizinan hingga pendanaan.

Alex menambahkan bahwa Komisi Film Jakarta nantinya akan fokus pada pendanaan, kepastian hukum, dan pengelolaan data lokasi syuting yang lengkap. 

"Persiapan matang dalam aspek ini adalah kunci untuk membangun ekosistem perfilman yang profesional dan berkualitas," tegasnya.

Dengan komitmen ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mendorong pertumbuhan industri film nasional dan internasional, menjadikan Jakarta sebagai pilihan utama untuk produksi film skala besar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik