Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Kampung Berlan Matraman adalah daerah kecil di Jakarta Timur. Dulu kampung militer zaman Belanda, disebut Beerenlaan. Kini dikenal sebagai kampung narkoba karena kasus peredaran obat terlarang. Warga hidup berdampingan dengan bahaya ini.
Berlan Matraman disebut kampung narkoba karena sering dirazia polisi. Tahun 2016, penggerebekan besar temukan sabu dan ganja. Banyak tersangka ditangkap, membuat kampung ini terkenal di berita. Gang sempit jadi tempat sembunyi pengedar.
Awalnya kampung tenang untuk keluarga tentara. Banyak rumah jadi kos-kosan, buka peluang narkoba. Pengedar manfaatkan lokasi tersembunyi dan Kali Ciliwung sebagai jalur kabur. Polisi sulit masuk karena gang sempit dan perlindungan warga.
Mama Yola, atau Yoneta, bandar besar di Berlan Matraman. Wanita usia 35-64 tahun ini tinggal di Jalan Slamet Riyadi IV. Dijuluki Mama Yola karena suka bantu warga, sembunyikan bisnis haramnya.
18 Januari 2016, polisi gerebek rumah Mama Yola. Warga serang polisi, satu polisi dan informan tewas, dua luka. Mama Yola kabur, tapi akhirnya ditangkap. Polisi temukan Rp 30-40 juta di brankas dan Rp 16 miliar di rekeningnya dari narkoba sejak 2012.
Mama Yola pintar sembunyi, pindah dari Kampung Ambon ke Berlan. Bisnisnya mulai 1990-an, punya anak buah bersenjata. Warga segan karena royal, tapi dia edar sabu ke seluruh Jakarta.
Pasca-2016, razia meningkat. BNN dan polisi tangkap kurir dan bandar kecil. Kampung kini lebih aman, tapi warga tetap waspada. Pendidikan anti-narkoba diberikan untuk hilangkan julukan kampung narkoba.
Berlan Matraman tunjukkan bahaya narkoba. Kisah Mama Yola ingatkan kebaikan palsu bisa sembunyikan kejahatan. Dukung pemerintah, laporkan tanda curiga, agar kampung ini jadi lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved