Senin 22 Agustus 2016, 10:22 WIB

Perpanjangan SLF Berbelit

Perpanjangan SLF Berbelit

Antara/Risky Andrianto

 

IMBAS kebakaran Apartemen Parama di Jalan Letjen TB Simatupang, Jakarta Selatan, mengungkap fakta bahwa syarat perpanjangan surat laik fungsi (SLF) apartemen rumit. Pihak apartemen sudah mengajukan perpanjangan, tetapi terkendala administrasi.

Kepala Bidang Penertiban Dinas Tata Kota DKI Jakarta Sugiarto mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pengelola Apartemen Parama terlkait SLF mereka yang tidak kunjung terbit meski telah disegel sejak 3 Februari 2016 hingga insiden kebakaran di lantai 12 hingga 15 pada Minggu (14/8).

Dalam pertemuan itu pihak pengelola mengaku telah mengajukan surat izin pembuatan SLF ke Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) pada 15 Februari 2016. Berselang 6 bulan, surat itu belum selesai.

“Pengelola Apartemen Parama mengaku sudah mengirim surat izin urus SLF ke BPTSP. Kami tidak tahu mengenai ada kekurangan apa di BPTSP yang menyebabkan persalan SLF terlambat diproses,” papar Sugiarto, kemarin.

Pihaknya mendesak pengelola mengosongkan ­bangunan hingga SLF dan hasil kajian oleh pengkaji bangunan besertifikat diterbitkan. Tak ada tenggat untuk pengelola meng-urus SLF, dan pengkaji dapat ditunjuk sendiri oleh pengelola. Saat ini masa SLF lebih dari 10 apartemen berakhir.

Syarat aneh
Proses perpanjang SLF, dinilai Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Ridwan Suhendra, biasa saja. Namun, yang sulit ialah syarat-syarat memperpanjang SLF.

Pengembang harus menyerahkan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) ke pemerintah daerah. Jika lahan itu belum dise­rahkan, berkas tidak diterima BPTSP.

“Pada tanah yang harus diserahkan itu harus dibuat peta bidangnya. Peta bidang kan sulit untuk dibuat dan diukur dengan tepat lagi karena Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelumnya sudah me­ngeluarkan sertifikat lahan yang sudah dipotong untuk jalan dan lain-lain,” ungkap Ridwan, kemarin.

Hal itu membuat proses perpanjangan SLF menemui jalan buntu hingga memakan waktu bertahun-tahun. Terlebih, lanjut Ridwan, PTSP tidak akan memproses secara administratif jika lahan fasos-fasum itu belum diserahkan. Ia memperkirakan jumlah bangunan apartemen yang belum memperpanjang SLF lebih dari 10 karena mengalami kendala yang sama.

“Tidak ada masalah dengan pengkajian teknis dan menyewa konsultan. Soal penyerahan tanah fasos-fasum itu menjadi bias karena tidak berkaitan dengan keselamat-an dan keamanan bangunan. Aneh aja,” tukas Ridwan. (Aya/J-3)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Diserobot Kendaraan Bermotor, Jalur Sepeda Akan Diawasi Petugas

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 04 Maret 2021, 21:31 WIB
"Untuk itu, jalan itu nanti kita akan tertibkan dan atur ke depan. Kalau masih ada yang nyerobot tentu perlu ada peningkatan...
AFP

Ada 2.008 Kasus Positif Covid-19 Baru di Jakarta

👤Putri Yuliani Anisa 🕔Kamis 04 Maret 2021, 21:00 WIB
Sementara jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 222 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.401 (orang yang...
Antara

Nakes Penerima Vaksin di Jakarta Melonjak Hampir 100%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 04 Maret 2021, 18:14 WIB
Peristiwa yang dimaksud adalah terjadinya antrean panjang lansia yang ingin divaksin covid-19 di RSUD...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya