Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih mendalami keterangan dari 12 rumah sakit yang diketahui membeli vaksin palsu. Namun, penyidik bungkam saat ditanya nama-nama RS itu lantaran khawatir ada yang menghilangkan barang bukti.
Menurut Kepala Subdit Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri Komisaris Besar Sandi Nugroho, penyidik pun masih mencari tahu apakah oknum di RS yang membeli vaksin itu melakukannya atas inisiatif sendiri atau sepengetahuan manajemen.
"Tapi, satu tersangka yang kami tangkap adalah perawat di salah satu dari 12 RS itu. Kami tidak bisa sebut identitasnya. Peran dia menyiapkan botol vaksin bekas. Harusnya, botol itu dihancurkan, tapi malah dijual ke produsen vaksin palsu," terang Sandi, Senin (11/7).
Saat ini, jumlah tersangka kata Sandi sudah berjumlah 18 orang. Beberapa adalah produsen dan lainnya distributor. Mereka ditangkap di Jakarta, Bekasi (Jawa Barat), dan Tangerang (Banten). Selain itu ada juga satu bidan yang ditangkap di tempat praktiknya di Ciracas, Jakarta Timur pada akhir bulan lalu. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved