Sabtu 04 Juli 2015, 00:00 WIB

GT Akhirnya Diselamatkan KPAI

Nelly Marlianti/X-8 | Megapolitan
GT Akhirnya Diselamatkan KPAI

ANTARA/M Agung Rajasa

 
KEMATIAN Engeline yang diduga dianiaya dan dibunuh oleh ibu angkatnya dijadikan ikon setop kekerasan pada anak. Namun, kekerasan pada anak sepertinya belum berakhir di negeri ini.

Belum tuntas kasus Engeline di Bali, kemarin muncul berita miris lagi dari kepolisian dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentang anak lelaki berusia 12 tahun, GT, yang tangannya diduga digergaji oleh ibu kandungnya, LSR, 47, di Cipulir, Jakarta Selatan.

Menurut Sekjen KPAI Erlinda, berdasarkan laporan dan keterangan tetangga korban, GT selama berbulan-bulan diduga kerap mengalami penganiayaan. Kini GT dibawa ke safe house (rumah aman) milik Kementerian Sosial RI.

"Kami mendapatkan laporan bahwa GT kerap mendapatkan penyiksaan, bahkan lengan kirinya digergaji. Untungnya tidak sampai putus," ujar Erlinda, di Jakarta kemarin.

Saat lengannya digores gergaji oleh ibunya, lanjut Erlinda, GT sempat melarikan diri ke rumah tetangganya dan langsung warga memberi pertolongan. Namun, saat itu anak kedua dari tiga bersaudara itu dibawa kembali ke rumah ibunya.

"Menurut pengakuan warga, kekejaman itu sudah bertahun-tahun dilakukan ibunya. Namun, warga takut melapor karena ada aparat keamanan berseragam loreng yang melindungi ibunya," tambah Erlinda.

Bahkan, warga yang memberi perlawanan untuk membantu GT sempat didatangi para aparat tersebut. Erlinda mengatakan adik GT juga mengalami hal yang sama. Tetangga pernah melihat luka lebam di bagian tubuh sang adik.

"Saat ini kami tengah berupaya mengevakuasi adik GT dari rumahnya untuk dibawa ke safe house. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah tindakan kekerasan yang lebih membahayakan adik GT.

"Di sisi lain, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Selatan (PPA) Ipda Nunu Supadmi membenarkan adanya laporan dari warga tiga hari lalu terkait kekerasan terhadap GT yang kasusnya tengah dikawal oleh KPAI.

Menurut Nunu, pihaknya masih menyelidiki kasus kekerasan yang dilakukan LSR terhadap anaknya. "Untuk perkembangannya seperti apa, kami belum bisa berikan informasi. Biarkan kami bekerja dulu," tegas Nunu.

Saat ini GT masih mengalami trauma dan belum bisa dipaksa memberi keterangan. Sebelumnya KPAI mendapatkan laporan dari warga pada Senin (29/6) mengenai kekerasan yang terjadi pada GT. Saat itu warga sudah 2 hari mengamankan GT dari ibu kandungnya. Ibu kandungnya membuat laporan ke polisi Kebayoran Lama mengenai orang hilang.

Menurut warga, saat itu petugas langsung mendatangi lokasi dan menginterogasi warga, tetapi mereka sepakat tidak memberi tahu pihak kepolisian. Hingga akhirnya warga memberikan informasi pada KPAI.

Baca Juga

NI/Rahmatul Fajri

Warga Karawang Jadi Korban Mafia Tanah,  Tonny Permana Cs Dipolisikan Lagi

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:30 WIB
MERASA jadi korban mafia tanah, Muckhsin warga Karawang membuat laporan ke Polda Metro...
Antara/M Risyal Hidayat.

Banyak Faktor Penyebab Potensi Pencemaran Udara di Marunda

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 11:36 WIB
Ada pencemaran harus dibuktikan dengan data yang valid. Caranya dengan pengukuran kualitas udara di titik-titik yang berpotensi terjadi...
ANTARA/Galih Pradipta

Ganjil Genap Ingin Diperluas, Pengamat: Lebih Baik Percepat ERP

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 11:17 WIB
PENGAMAT transportasi Djoko Setijowarno berpendapat ganjil genap hanyalah kebijakan transisi untuk mengatasi kemacetan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya