Kamis 24 Februari 2022, 17:41 WIB

Presiden Dorong Keberlanjutan Transportasi Publik Modern di Jakarta

Andhika Prasetyo | Megapolitan
Presiden Dorong Keberlanjutan Transportasi Publik Modern di Jakarta

AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi

 

Pemerintah akan memulai pembangunan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 2A untuk melanjutkan MRT fase 1 yang telah mulai beroperasi sejak tahun 2019.

Upaya tersebut dilakukan agar DKI Jakarta memiliki keberlanjutan transportasi yang modern, nyaman, dan terintegrasi.

Demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya saat peluncuran Tunnel Boring Machine (TBM) MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (24/2). “Kita tahu, 2019 lalu, telah selesai dibangun dan sudah beroperasi untuk fase 1 dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Pada hari ini, kita akan memulai dari Bundaran HI menuju ke Kota,” ucap Jokowi.

Kepala negara menyebut MRT fase 2A terdiri dari tujuh stasiun yang meliputi dua segmen. Segmen pertama meliputi Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Harmoni dan segmen kedua meliputi Stasiun Harmoni hingga Stasiun Kota.

“Ada tujuh stasiun yang nanti akan dilewati, di Stasiun Thamrin, kemudian Stasiun Monas, kemudian Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, dan kemudian Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota,” tuturnya.

Ia berharap, pembangunan MRT Jakarta akan terus berlanjut ke depan. Saat ini, pemerintah sudah memiliki rencana untuk melanjutkan proyek menuju fase 2B yang mencakup wilayah Kota hingga Ancol Barat.

Tidak hanya itu, Jokowi juga menginstruksikan agar studi kelayakan untuk Jalur Barat-Timur atau East-West Line juga segera diselesaikan.

“Juga yang Fatmawati sampai ke Taman Mini Indonesia Indah juga FS-nya segera diselesaikan dan segera dieksekusi. Sehingga DKI Jakarta betul-betul memiliki subway, memiliki MRT, memiliki LRT, memiliki TransJakarta yang terintegrasi dengan semua moda yang ada,” lanjut Presiden.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar agar keberadaan transportasi publik MRT dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi polusi di DKI Jakarta.

“Kami yakin kemacetan di Jakarta akan semakin berkurang, masyarakat akan lebih banyak menggunakan transportasi publik, tentu Jakarta akan menuju kota yang bebas polusi,” tuturnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (OL-12)
---

Baca Juga

MI/Rahmarul Fajri

Andy Cahyady Desak Jaksa Segera Eksekusi WN Singapura Wenhai Guan

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:58 WIB
Andy mengaku sebelumnya telah delapan kali bersurat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, tetapi belum ada respon dan eksekusi terhadap...
Metro TV

TNI-AU Janji Hukum Oknum Prajurit Pembunuh Bendahara KONI Kayong Utara

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:53 WIB
POM Lanud ATS telah menahan Sertu AK untuk kepentingan penyelidikan sejak Selasa...
Dok. Pribadi

Anggota DPR Dorong Sekolah Jadi Motor Penggerak Pluralisme di DKI Jakarta

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:22 WIB
Sekolah menurut Christina harus menjadi tempat para peserta didik mendapatkan pembelajaran mengenai nilai-nilai Pancasila seperti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya