Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR polisi menjadi tempat pelayanan publik yang saban hari dikunjungi masyarakat, baik untuk membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), pembuatan surat izin mengemudi (SIM), maupun menyampaikan aduan. Namun, di tengah upaya polisi memperbaiki kepercayaan publik, ada bagian kecil yang penting, tapi terlupakan.
Kondisi toilet di lima polres di Jakarta masih jauh dari bersih dan nyaman. Padahal, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, keberadaan toilet yang bersih menjadi sebuah keharusan. Kondisi ini menjadi salah satu PR untuk pak kapolda yang baru.
Toilet Polres Jakarta Utara: Bak Air Jadi Tempat Buang Tisu
DI Polres Jakarta Utara, toilet umum yang kerap digunakan masyarakat yang berurusan di sana berada di lantai dua, tepatnya di depan ruang kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana.
Di dalam toilet dengan luas sekitar 5 x 3 meter itu disediakan tiga urinoar yang masih bisa berfungsi dengan baik dan cukup bersih.
Sebuah cermin selebar satu meter dan dua buah wastafel melengkapi toilet itu.
Keran air di wastafel masih berfungi baik.
Hanya saja, kaca lebar itu sangat kusam dan dipenuhi noda hitam di sekelilingnya.
Di toilet itu juga terdapat sebuah sekat untuk tempat kloset jongkok berwarna merah.
Di dalam ruang 3 x 1 meter itu, ada bak penampung air yang tidak berfungsi lagi.
Bagian dalam bak itu terlihat berkarat dan ada beberapa sampah seperti tisu kotor dan spons kusam.
Untuk mengganti fungsi bak itu, digunakan ember berwarna merah yang pinggirannya sudah pecah.
Tempat sabun yang menempel di dinding pun dialihfungsikan jadi tempat untuk meletakan kapur barus.
Tepat di atasnya, melekat sebuah tempat tisu tanpa tisu yang sudah rusak.
Yudi, seorang warga yang tengah mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) menahan napas saat hendak buang air kecil.
Ia tidak tahan dengan aroma WC yang pesing.
"Bau sekali ya, padahal toilet polisi," katanya.
Toilet Polres Jakarta Barat: Lembap dan Banyak Noda
ADA dua toilet yang bisa digunakan untuk umum di Polres Jakarta Barat.
Pertama toilet yang berada d dalam lobi utama.
Ada dua bilik, masing-masing untuk laki-laki dan perempuan.
Di toilet itu disediakan kloset jongkok. Kondisi toilet sangat lembap dan banyak noda di tembok.
Bahkan, ada dua puntung rokok di dekat saluran pembuangan.
Air yang ditampung pada sebuah bak di tiap bilik terlihat keruh.
Sementara itu, toilet lainnya ada di luar gedung polres atau tepatnya di belakang pos penerima tamu.
Berbeda dengan yang ada di dalam gedung, toilet itu lebih bersih.
Hanya, masih ada sedikit noda di tembok.
Sirkulasi udara di toilet itu lebih baik ketimbang toilet yang ada di dalam gedung.
Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Rudy Hariyanto Adi Nugroho mengatakan dirinya akan memerintahkan jajaran di bawahnya untuk mengecek toilet yang kotor.
Untuk anggaran, menurut dia, jumlahnya tidak memadai.
"Kami pasti akan ajukan tambahan dana ke polda," kata Rudy.
Toilet Polres Jakarta Selatan: Suram dan Beraroma Pesing
DI Kantor Polres Jakarta Selatan, toilet menjadi bagian penting yang terabaikan.
Gedung Polres Jakarta Selatan terdiri atas empat lantai dan memiliki toilet di setiap lantai.
Kondisi terparah ditemukan di toilet lantai 1 yang paling dekat dengan lobi.
Belum masuk saja, sudah tercium aroma pesing.
Penerangan seadanya membuat kesan toilet makin suram.
Dua bilik di setiap toilet laki-laki dan perempuan terdapat kloset jongkok dan sebuah keran dengan ember berisi air.
Sayangnya, fasilitas flush di kloset sudah tidak ada yang berfungsi lagi.
Di toilet pria, ada dua uranium yang disediakan.
Pada salah satunya ditempeli kertas lusuh dan robek bertuliskan 'rusak'.
Tidak ada tisu, sabun, dan gantungan untuk menaruh barang, apalagi cermin.
Toilet seadanya itu diperuntukkan bagi.
Salah satu pengunjung polres, Kartika, 21, membatalkan keinginannya buang hajat setelah masuk toilet.
"Kotor banget. Padahal kan ini tempat pelayanan masyarakat. Masa toiletnya tidak layak," keluhnya.
Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Purwanta mengatakan setiap hari toilet sebenarnya sudah dibersihkan petugas harian lepas.
Namun, karena digunakan banyak orang, toilet jadi cepat kotor.
"Toilet di lantai 1 itu dekat dengan tempat pelayanan orang-orang yang mau ke tahanan. Jadi walaupun sudah dibersihkan, pasti kotor lagi," ujarnya.
Toilet Polres Jakarta Timur: Dinding dan Kloset berlumut
TOILET yang berada di Kantor Polres Jakarta Timur jauh dari kesan bersih.
Toilet di lantai dua yang letaknya berada di sisi kiri ruang pengurusan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) itu tampak kusam pada bagian luar.
Toilet laki-laki dan perempuan disekat dinding tanpa penerangan di bagian luar.
Di toilet laki-laki yang berukuran 3 x 2 meter, dinding yang dilapisi keramik itu sudah berlumut.
Begitu juga dengan dua urinoir yang disediakan di toilet itu.
Nazar, 34, pengunjung yang ingin membuat SKCK berjengit ketika hendak masuk toilet.
"Kalau kita ingin sekadar cuci muka atau merapikan baju jadi malas kalau toiletnya kotor. Harusnya toilet di kantor polisi dirawat dengan baik," ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kabag Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Husaima enggan menanggapi kondisi toilet di kantornya itu.
"Aduh jangan tanya itu. Saya pusing. Nanti sajalah," kata Husaima.
Toilet Polres Jakarta Pusat: Awas,Lantai licin!
TULISAN-TULISAN yang ditempel di dinding toilet itu ditulis dengan huruf kapital, yaitu 'SIRAMLAH KLOSET SAMPAI BERSIH', 'HARAP MENINGGALKAN TOILET DALAM KEADAAN BERSIH', dan 'JAGALAH KEBERSIHAN DI DALAM TOILET'.
Peringatan yang ditempel Seksi Umum Polres Jakarta pusat itu sepertinya diabaikan.
Pada kenyataannya, kondisi toilet masih jauh dari layak.
Toilet yang terletak di gedung tiga lantai itu berada di lantai dasar, tepatnya di kiri paling pojok unit Satuan Reserse Kriminal.
Begitu masuk toilet, kesan kotor pada lantai sudah mencolok mata.
Pengguna toilet mesti berhati-hati lantaran lantai sedikit licin.
Kondisi demikian menggambarkan fasilitas publik itu jarang dibersihkan.
Ubin lantai toilet dengan luas 2 x 2,5 meter itu tidak seragam dan tertata.
Sebagian ubin asli yang sudah copot ditambal dengan kepingan ubin baru dengan warna yang tidak seragam.
Rita, 21, warga Sawah Besar Jakarta Pusat yang sedang mengurus keperluan ke Polres itu sampai menutup hidung dan berjingkat saat masuk toilet karena khawatir terpeleset.
"Pintunya juga sudah rusak. Saya terpaksa saja ini ke sini," keluhnya. (J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved