Jumat 15 Oktober 2021, 15:58 WIB

Bareskrim Musnahkan Bahan Baku Obat Ilegal dari Pabrik di Yogya

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Bareskrim Musnahkan Bahan Baku Obat Ilegal dari Pabrik di Yogya

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Ilustrasi-Kosmetik Ilegal.

 

DIREKTRAT Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri musnahkan barang bukti berupa bahan baku obat keras dan terlarang yang disita dari pabrik ilegal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Wadir Tipidnarkoba Bareskrim Kombes Jayadi mengatakan pemusnahan dilakukan di Mapolda DIY dan di PT Riffa Utama Mandiri, Semarang Jawa Tengah pada Jumat (15/10). 

Baca juga: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pinjol Ilegal di Tangerang

“Pemusnahan ini dilakukan agar barang bukti tidak disalahgunakan dan untuk mempermudah dalam pelaksanaan tahap II,” ucap Jayadi, Jumat (15/10). 

Jayadi menegaskan pihaknya tak akan berhenti melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap obat ilegal. 

Dalam pemusnahan ini, total ada 48.188.000 butir obat terlarang dan 8.465 kilogram bahan baku obat terlarang.

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar menggunakan alat incinerator bersuhu tinggi. 

“Semuanya di sita dari dua lokasi yakni gudang di Kecamatan Kasihan, Bantul dan Kecamatan Gamping Sleman, DIY,” ungkapnya.

Sejauh ini, sudah sebanyak 23 tersangka yang ditangkap. Mereka terdiri dari aktor intelektual, pemasok bahan baku, produsen sekaligus penanggung jawab pabrik ilegal, distributor, hingga agen.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 60 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tas perubahan Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan subside Pasal 196 dan/atau Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55 KUHP.  

Dengan ancaman pidana selama 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar subside 10 tahun penjara.  

Para tersangka juga dijerat Pasal 60 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Sebelumnya, Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menemukan dua prabrik pembuatan obat keras di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pabrik obat tanpa izin itu memproduksi sejumlah obat terlarang. Diantaranya, Hexymer, Trihex, DMP, Double L, Irgaphan 20 Mg.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan, pengungkapan kasus ini, lanjut Agus, berawal ketika tim penyidik melakukan penyelidikan terkait dugaan jual beli obat keras tersebut di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi Jawa Barat dan kawasan Jakarta Timur. 

Dari hasil penyelidikan itu, polisi menangkap Maskuri dan delapan orang lainnya. (OL-6)

Baca Juga

dok.Ant

Lokasi Bayar Pajak Kendaraan di Jadetabek Selasa Ini

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 07 Desember 2021, 07:15 WIB
Selasa ini ada 14 titik layanan Samsat pembayaran pajak kendaraan tersebar untuk wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan...
Dok. Hipmi Jaya

Hipmi Jaya Kukuhkan 315 Anggota Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Desember 2021, 23:38 WIB
"Pengukuhan anggota baru merupakan salah satu program kerja BPD HIPMI Jaya dalam rangka pengembangan program kaderisasi serta dalam...
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pasca-Kebakaran Gedung Cyber, Data Center ISC Tetap Berfungsi Normal 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Desember 2021, 20:18 WIB
Data center ISC dapat beropersi dan tak mengalami ganguan karena Data Center ISC Cyber-1 telah memiliki sertifikasi Tier III Facility dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya