Selasa 04 Mei 2021, 13:52 WIB

Kreditur IOI Temui Penyidik yang Paksakan Pidana

RO/Micom | Megapolitan
Kreditur IOI Temui Penyidik yang Paksakan Pidana

dok indosterling
.

 

SEJUMLAH kreditur produk High Promissory Notes (HYPN) PT IndoSterling Optima Investa (IOI) menemui penyidik Mabes Polri yang memaksakan pasal pidana terhadap keputusan inkrah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Salah satu kreditur HYPN IOI asal Surabaya, Viana Koeswanto, Selasa (4/5), mencoba menemui penyidik Subdit Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Polri yang dipimpin oleh AKB Agung Yudha Adhi Nugraha.

“Sebagai kreditur produk HYPN dari IOI yang telah sepakat dengan putusan PKPU dan telah menerima pembayaran kami justru mempertanyakan mengapa polisi justru tetap memaksakan untuk membawa kasus ini ke persidangan,” ujar Viana.

Berdasarkan skema Putusan No 174/Pdl Sus-PKPU 2020/PN Niaga Jakarta Pusat atas proses restrukturisasi produk High Promissory Notes (HYPN) senilai Rp 1,9 triliun, terdapat sebanyak tujuh kelompok kreditur yang pembayarannya dilakukan bertahap sampai tahun 2027

Awalnya, IOI akan mulai melakukan pembayaran pada Maret 2021. Namun, proses itu dipercepat pada Desember 2020 dan secara bertahap dilakukan pembayaran. Hingga pekan ini, IOI telah melakukan enam kali pembayaran terhadap 1.102 kreditor.          

“Sebagai kreditur, kami justru akan dirugikan ketika pembayaran kepada kami macet. Kami tidak ingin nasib kami serupa nasabah kasus-kasus lain akhirnya tidak menerima hak kami,” tegas Viana.

Sebelumnya, kuasa hukum PT IndoSterling Optima Investa (IOI) Hardodi, Minggu (2/5), mengungkapkan dalam sistem hukum perdata, pihak kreditor memiliki hak untuk mengajukan pembatalan perdamaian apabila debitor telah lalai melaksanakan isi perdamaian, hal ini diatur dalam Pasal 291 Jo Pasal 170 UU No 37/2004.

“Boleh saja menempuh jalur pidana kalau IOI dianggap telah lalai menjalankan kewajibanya sesuai putusan PKPU, tapi faktanya sejauh ini lancar-lancar saja. Bahkan sebagai itikad baik klien kami melakukan percepatan pembayaran. Perlu diketahui, saya sering ditanya sebagian besar kreditur, apakah uang kami bisa kembali kalau jalur pidana terus berjalan, saya jawab tidak ada jaminan bisa kembali,” tutur kuasa hukum IOI dari HD Law Firm itu.     

Hardodi merasa heran mengapa pihak penyidik Mabes Polri begitu ngotot melanjutkan kasus meskipun buktinya masih kurang. Bahkan di beberapa POLDA justru telah mengeluarkan SP3 dengan alasan restorative justice. "Kalau fokusnya pada kepentingan kreditur, maka proses perdata harusnya didahulukan," kata Hardodi.

Sehari sebelumnya, Senin (3/5), IOI telah menunaikan pembayaran tahap keenam dari proses restrukturisasi HYPN senilai Rp 1,9 triliun.

Deasy Sutedja, Communication Director IndoSterling Group, menyatakan komitmen untuk menjalankan kewajiban dari putusan PKPU. Percepatan pembayaran yang dilakukan IOI di masa pandemi ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan memenuhi kewajiban kepada kreditur sesuai dengan hal yang telah disepakati.

“Kami selalu berkomitmen sejak awal bahwa IOI akan berusaha menjadikan kepentingan kreditur sebagai prioritas utama,” tutur Deasy. (J-1)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

DKI Tutup Sementara Ancol, TMII dan Ragunan Hingga 17 Mei

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 18:45 WIB
Keputusan ini menyusul evaluasi kepadatan pengunjung di sejumlah tempat wisata pada masa libur Lebaran. Pengelola tempat wisata dapat...
Antara

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Korlantas Perketat Pengawasan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 16:00 WIB
Mengacu data Kemenhub, ada sekitar 1,5 juta orang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada libur Lebaran. Sehingga, Polri harus melakukan...
Antara

Perketat Arus Balik, Polda Metro Jaga 4 Titik Krusial

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 14:45 WIB
Warga yang sudah terlanjur mudik Lebaran diminta membawa surat bebas covid-19 saat kembali ke wilayah Jakarta. Sebab, petugas akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya